Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 01 Februari 2015

Power Chord



Menurut Kamus Musik – Pono Banoe, Chord dijelaskan sebagai berikut:
"CHORD – Akord. Paduan beberapa nada yang dibunyikan bersamaan paling sedikit terdiri dari 3 nada."

Power Chord sendiri adalah nada pertama dan kelima yang dibunyikan secara bersamaan (menurut wikipedia).

Power chord biasanya digunakan oleh musisi rock yang biasanya untuk menimbulkan efek distorsi, dimainkan pada String 4-5-6.
chord-a-day.blogspot.com

Namun sebenarnya tidak hanya digunakan pada musik rock, namun bisa juga digunakan untuk jenis musik lain, yang biasanya digunakan dalam instrument bernada rendah (bass), seperti Timpani, Low Marimba, Tuba, Cello, Contrabass, atau instrument yang menggunakan Clef (Daun Kunci) F.

Mengapa demikian, jika pada instrument Clef F, memainkan chord lengkap (3 nada dibunyikan bersama-sama), misal Chord C, maka harus memainkan nada C-E-G bersamaan. Yang terjadi suara chord terdengar tidak jelas alias blur. Hal itu terjadi karena jarak nada yang dimainkan terlalu berdekatan untuk frekwensi rendah. Sehingga Power Chord adalah solusi yang tepat untuk memainkan chord pada instrument ber-Clef F tanpa mem-blur-kan suara yang dimaksud.


Cara memainkan Power Chord adalah dengan cara hanya memainkan nada ke-1 dan nada ke-5 dari chord yang diinginkan, baik Chord Mayor, maupun Chord Minor. Karena baik chord mayor maupun chord minor hanya berbeda pada nada ke-3, maka Power Chord bisa dimainkan pada chord mayor maupun chord minor.

Selamat bereksperimen dengan Power Chord



Catatan pendukung

Jumat, 30 Januari 2015

Kenyamanan Sebagai Kunci Utama Dalam Bermain Drum

Hello Drummer
Tau kah kalian??
Bahwasannya "Setting-an Drum yg baik itu (dari Tinggi Rendah nya Snare,Tom2, cymbal & Jarak-Jarak antara yg satu dgn yg lainnya) sangat mempengaruhi Mood & Imaginasi/ide2 Musikal seorang Drummer ketika sdg bermain di Stage/saat bermain diatas panggung
Kaitan nya dengan Kenyamanan
"Kenyamanan dari segi keleluasaan ruang Gerak Tangan saat memukul snare, tom, Floor dan Cymbal, serta kenyamanan dari segi posisi duduk dan posisi Kaki utk mengontrol Pedal"
Settingan Drum yg baik banyak memberi manfaat buat drummer nya itu sendiri, Ide2 Kreatif dari Teknik2 yg selama ini telah dilatih dgn matang akan bisa terealisasi dgn baik, akan muncul dgn sendiri nya dan dapat diaplikasikan (diterapkan) pada permainan Drum nya.
Akan banyak menguntungkan dari segi kenyamanan posisi saat melalukan berbagai macam pukulan dgn Teknik2 yg selama ini sdh dilatih dgn matang..
Dari segi Jarak Snare ke Tom2, Tom2 ke Floor, dan Snare ke Floor,. Serta jarak dari snare ke Cymbal & Hihat, demikian juga dgn Jarak Tom & Floor nya ke Cymbal, jika jarak ini pas sesuai dgn ruang Gerak Tangan maka ini akan mempermudah tangan utk menjangkau semua pukulan ke semua arah dgn Baik.
Dan settingan yg baik akan mempengaruhi Visul drum nya juga, yaitu akan terlihat menarik (enak dilihat) Gagah, dan tidak membosan nya,
Buat yg suka Narsis bisa utk ajang Selfie selfie
Apalagi ditambah drum yg disetting itu drum yg HIGH CLASS.. Dgn Kwalitas dan harga yg Mahal + Banyak lagi TOM2 dan Cymbal2 nya.. waah jadi tambah lebih keren lagi tu..
Maka dari itu setting lah drum mu dgn sebaik mungkin, sesuaikan dgn Posisi tinggi dan besar badan/Tubuh mu, lengkapi sesuai dgn kebutuhan permainan mu,
Jika suka nya settingan Drum yg rame ya dibuat rame tapi di setting sebaik dan semenarik mungkin, dan jika suka nya settingan Drum yg simpel dan sederhana maka settinglah dgn sebaik2 nya juga serta semenarik mungkin
(Itu akan banyak memberi keuntungan kmu sbg drummer ketika kamu sdg memainkan drum mu)
Setting yang nyaman membuat performa OK
 Coba perbanyak Referensi ke para drummer2 kelas dunia yg dimana mereka memiliki karakter masing2 dari segi permainan dan settingan drum nya, semua settingan nya terlihat asik dan menarik..
Mereka Gak pernah ikut2 an dgn Style Setting Drummer yg lainnya, settingan drum mereka memiliki ciri khas masing2, menjadi Identitas style dirinya sendiri sebagai seorang Drummer, Drum mereka disetting sesuai dgn kebutuhan aplikasi teknik2 permainan nya mereka masing2.
Ketika orang melihat settingan Drum nya,orang lain langsung tau dan Berkata Oooooooh ini Drum nya drummer si INI tanpa harus melihat siapa drummer nya terlebih dahulu..
Makanya mereka juga jadi cepet terkenal dgn style setting Drum nya
Atau liat aja di Google Contoh2 settingan Drum yg menarik sbg Referensi
Banyak banget loh..
Sumber: FB O'om Dhani
 Salah satu settingan Drum Terbaik dari seorang drummer Kelas Dunia "Todd Sucherman" drummer dri Groub Band "STYX" ... Salah satu drummer terbaik dunia yg menjadi referensi dan ispirasi permainan, dari segi teknik, setting, style permainan, lick2 nya dan lain2..

Source: O'om Dhani

Sabtu, 24 Januari 2015

Memahami Karakter Instrument untuk Aransemen Pit Percussion



Di dalam Marching Band, Pit Percussion berperan lebih dari sekedar pemanis dan pelengkap pagelaran. Namun Pit Percussion juga berperan untuk mendukung kesuksesan pagelaran Marching Band tersebut. Bersama-sama Battery Percussion membentuk ritmis dengan menonjolkan sisi melodisnya, bersama-sama Brass menyokong pattern-pattern yang mungkin tidak bisa dimainkan oleh Brass, bersama-sama Color Guard saling memperjelas maksud pagelaran secara visual dan audio.
Pada umumnya di dalam Pit Percussion menggunakan instrument melodis (keyboard percussion) yang terdiri dari Marimba, Xylophone, Vibraphone, dan Bells atau bisa juga Glockenspiel.

source: www.campbellsville.edu
Menurut pengalaman pribadi penulis yang hingga sekarang masih aktif menjadi praktisi Marching Band khususnya sebagai Instruktur Pit Percussion, karakter masing-masing alat sangat berpengaruh dalam membuat aransemen yang pas. Kenapa saya bilang aransemen yang pas?
INGAT!!!
Tidak ada aransemen yang salah, bagus tidaknya aransemen bersifat relatif. Sama seperti halnya penilaian terhadap wanita yang Anda lihat sekarang cantik atau tidak.
OK, kembali lagi ke karakter Pit Percussion dan ini saya tegaskan lagi, berdasarkan pengalaman pribadi.


  • Marimba

Termasuk ke dalam golongan instrument kayu. Ketika dipukul maka karakter khas kayu dengan hasil suara yang pendek akan segera terlihat. Di dalam penulisan score, susunan score Marimba sama persis dengan susunan score Keyboard, yaitu terdiri dari 2 Clef (DaunKunci) yaitu Clef G untuk nada treble & Clef F untuk nada bass.
source: www.korogi.com
 Nada bass atau nada rendah pasti memiliki panjang suara yang lebih panjang daripada nada treble. Sehingga saran saya dalam menulis aransemen Marimba Low (Clef F) hindari menulis not rapat dan jarak nada yang berdekatan. Namun sebaliknya lakukan peulisan not dengan kerapatan sedang bahkan rendah, serta jarak nada yang berjarak 5 (jika memainkan blocking chord 2 mallet, gunakan nada 1 dan 5,atau power chord). Kalau saya mengatakan, karakter Marimba Low adalah karakter “Mengayomi”.
Pada Marimba High (termasuk range tengah), biasanya digunakan untuk unjuk gigi pemain marimba, yaitu bermain not rapat, kecepatan tinggi, dan seolah-olah terlihatrumit. Jadi boleh saja menuliskan not rapat, karena menurut saya karakter Marimba High adalah lebih menunjukkan “Inilah Saya”.



  • Xylophone

Termasuk ke dalam golongan instrument kayu, yang sebenarnya adalah merupakan oktaf lanjutan dari Marimba. Tentu saja suara yang dihasilkan adalah suara yang pendek, lebih pendek dari Marimba treble/high.
source: www.madayomallet.com/xylophone.html
 Dengan karakter tersebut, maka kurang tepat jika permainan Xylophone selalu unisono dengan marimba, meskipun pada kasus tertentu sah-sah saja. Namun saran saya, jika menulis score untuk Xylophone, tonjolkan kerapatan yang lebih. Misal pada marimba treble memain kan not 1/8, maka Xylophone bermain not 1/16. Karakter Xylophone adalah “Lincah”, suka berlari ke sana kemari. Coba saja Anda cermati Film Kartun Tom & Jerry, Masha & The Bear, Droopy, dll... saat adegan lincah, pasti biasanya menggunakan backsound Xylophone. Jika saja menggunakan Marimba bass, pasti terdengar aneh.


  • Vibraphone

Vibraphone termasuk ke dalam instrument logam namun memiliki susunan bilah yang sama dengan tuts keyboard. Memiliki panjang suara yang cukup panjang, sehingga ketika bermain diperlukan pedal untuk mematikan suara pada saat-saat tertentu, karena jika bermain dengan posisi pedal buka pada seluruh permainan, maka suara akan terdengar blur/ga jelas.
source: www.musicwitiease.com
Karena panjang suaranya yang cukup lama, maka dalam penulisan sebaiknya tidak terlalu sering unisono dengan marimba, namun sebaiknya malah sebagai backup melodi utama dari permainan.
Sesuaikan penulisan score pada vibraphone dengan karakter vibraphone yang “Lembut”.

  • Bells/Glockenspiel

Termasuk instrument logam, namun dia jauh lebih melengking daripada vibraphone. Suara yang dihasilkan kalau menurut saya adalah kesan “bright”, seperti backsound dalam film ketika muncul satu bintang di langit, “cling”.
source: www.rockboar.com
Memainkan bells sebaiknya lebih lembut daripada memainkan vibraphone, oleh karena itu penulisan score bells sebaiknya mendukung vibraphone dan menjadi pewarna suasana cerah. Karena karakternya yang memang “cemerlang”.

Selamat Bereksperimen Dalam Scoring Pit Percussion!!!

Jumat, 23 Januari 2015

Make Better Life with Music and Daihatsu Sirion



Siapapun menyukai musik. Itu pasti. Di berbagai lini kegiatan, musik sepertinya tidak bisa lepas dari diri kita. Suasana musik yang kita dengar biasanya sejalan seiring dengan suasana diri kita saat ini. Situasi terkini lah...

Saya pernah melakukan riset kecil tentang musik. Jika di atas tadi saya mengatakan bahwa “Suasana musik mencerminkan suasana hati terkini pendengarnya” (bahasa kerennya, bisa lah disebut dengan papan penanda isi hati atau diganti lagu penanda isi hati), maka riset saya mencoba untuk membalikkan situasi tadi.

Pada pagi hari saya mencoba memutar musik rock kepada teman-teman saya yang memang tinggal satu rumah dengan saya, hasilnya dalam seharian mereka “bersuasana hati” seperti rocker, Garang Bro!!!

Pernah juga pake riset memutar lagu dangdut, hasilnya pun bisa ditebak, he..he.. iya... seharian mereka “berdangdut ria” dalam segala hal.

Sebagai brand terbesar dan konsumen terbanyak di Indonesia, saya rasa Daihatsu benar-benar mengerti dengan “suasana hati” pengguna mobil kebanyakan. Yang pasti di Indonesia lah...

Saya pribadi belum memiliki mobil, namun dalam setiap perjalanan saya ke manapun itu, selalu menemukan ada mobil Daihatsu Sirion yang melintas. Yang saya amati, pengguna Sirion tidak terbatas dalam 1satu segmen pekerjaan, profesi, atau kegiatan, namun lebih dari itu. Hampir semua kalangan profesi cocok menggunakan Sirion.

Musik adalah penanda isi hati, namun Sirion bisa mengerti kebutuhan dari penggunanya. Mau isi hati sedang riang, bergejolak, garang, pake Sirion cocok-cocok aja tuh....

Musik yang indah tidak perlu musik dengan teknik permainan yang ribet, tidak perlu menggunakan instrument yang bermacam-macam, tidak perlu dimainkan dengan komposisi yang banyak. Namun musik dengan komposisi minimalis & terdengar indah, itu jauh lebih baik dengan musik yang begitu kompleks namun terdengar riuh.

Seperti halnya Daihatsu Sirion, model yang sederhana namun terlihat elegan, desain interior yang minimlais namun terkesan WOW, dan yang pasti kantong pun tetap sederhana, karena irit. Daihatsu Sirion memang paling irit di kelasnya.

Jadi, set suasana hati Anda dengan cara berpikir positif, dengarkan musik yang memotivasi, & gunakan kendaraan yang sesuai dengan segala situasi Anda, seperti Daihatsu Sirion.

Kamis, 15 Januari 2015

Cara Paling Sederhana Arransemen Pit Instrument



Daftar Isi

Intro
Pit Percussion
Pra Nulis
Kenali Lagu Yang Akan Diaransemen
Tentukan Layout Instrument
Tentukan Teknik Permainan
Saat Menulis
Tentukan Alur Nuansa
Tentukan “Siapa Bernyanyi, Siapa Mengiringi”
Bayangkan Visualisasi Pagelaran
Final Check
Putar Kembali Hasil Karya Anda
Lakukan Revisi Jika Dirasa Kurang Sreg
Putar Kembali
Penutup





INTRO


Syukur Alhamdulillah.... Sumbangsih sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai SENIMAN, telah berhasil disusun dalam sebuah tulisan singkat ini. Tulisan dari seorang SENIMAN yang terpaksa disebut “mungkin arranger” ini adalah murni berdasarkan pengalaman pribadi & hasil ngobrol-ngobrol iseng. Jadi maklum saja tulisan ini tanpa disertakan daftar pustaka, namun di sini saya haturkan terima kasih yang tak terhingga kepada Alloh SWT atas berkat & rahmat yang amat sangat luar biasa ini, kepada kedua Orang Tua & kerabat atas doanya, kepada seluruh musisi & praktisi Marching Band baik di Indonesia, Malaysia, & Thailand, serta Eropa

Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi, sekali lagi saya katakan itu, pengalaman pribadi penulis selama berkecimpung di dunia marching band yang sudah menjadi bagian dari hidup lebih dari sekedar pekerjaan.

Sedikit promo, selain mencoba aktif menulis buku (beberapa buku telah terbit), penulis juga mengelola www.hendrimusic.com, Founder produsen mallet www.madayomallet.com, & Penggagas SMART management.
 

 3 aturan dasar:
1.      Aransemen adalah hal yang mudah
2.      Tidak ada aransemen yang salah
3.      Rasakan



PIT INSTRUMENT


Di dalam pagelaran Marching Band, peran Pit Instrument sangat besar untuk menyumbang kesuksesan terhadap sebuah band. Sebagai bagian dari keluarga besar Perkusi, Pit Percussion memberi warna yang tersendiri dengan nada-nada yang dihasilkan.

Perkembangan dari hanya pengiring bersuara logam berfrekwensi tinggi (cuma marching bells), Pit Instrument dewasa ini berkembang dengan amat pesat. Bahkan dulu hanya mengandalkan instrumen pukul yang bernada, sekarang pun ditambahkan instrumen elektronik untuk memperkaya jenis suara. Tidak hanya Instrumen Kayu & Instrumen Logam, namun juga ada Instrumen Elektronik seperti electric bass guitar, electric keyboard, dll.

Instrumen apa saja yang tergolong di dalam Pit Instrument/Pit Percussion? Yaitu semua instrumen yang diletakkan di bagian depan, umumnya sih instrumen yang memiliki bobot cukup berat & tidak mungkin untuk disandang sambil ber-display ria di lapangan, antara lain Marimba, Vibraphone, Xylophone, Bells, Timpani, Grand Casa, Chinese Gong, Chimes, Percussion set, Combo band, dll.






PRA NULIS


Ø  Kenali Lagu Yang Akan Diaransemen

Untuk Arranger Pemula, biasanya akan lebih interested terhadap lagu yang paling disuka. Jadi, jika ingin memulai mengaransir lagu, tidak ada salahnya untuk memulai garap lagu yang paling disuka. Apabila dirasa masih kesulitan untuk menggarap lagu yang disuka, maka disarankan untuk mengaransir lagu anak-anak. Mengapa lagu anak-anak? Karena lagu anak-anak memiliki durasi yang pendek, chord tidak begitu rumit, & lagu lumayan mudah.

Mengenali lagu di sini, termasuk juga mengenali pattern yang dimainkan oleh masing-masing instrumen pada lagu asli. Pengenalan pattern penting untuk dilakukan, karena nantinya akan berpengaruh pada penulisan notasi menggunakan teknik yang akan dimainkan.

Bagaimana cara mengenali bermacam-macam pattern pada sebuah lagu? OK, berikut cara yang paling sering dilakukan oleh Penulis:
1.      Fokuskan pada salah satu instrumen, misal bass guitar. Instrument bass guitar jika disubtitusi pada instrument pit percussion, maka selaras dengan instrumen low-marimba.
2.      Tuliskan pattern bass guitar & nada yang dimainkan pada staff low-marimba.
3.      Lakukan kedua hal di atas pada instrumen yang lain.



Mungkin beberapa contoh kasus berikut dapat membantu untuk memahami maksud saya di atas,
Kasus 1 (Bunga Terakhir – Romeo)
Intro pada lagu Bunga Terakhir semua intrumen bermain pola yang sama (unisono), pada nada yang sama hanya dibedakan tinggi rendahnya.
Kasus 2 (Perempuan Paling Cantik Di Negeriku – DEWA)
Tambourine dimainkan menggunakan not 1/8 pada ketukan 1, 2, 3 & not 1/16 pada ketukan ke-4 setiap bar.
Kasus 3 (Panah Asmara – Afgan)
Bass guitar memainkan pattern 1 n 2 kemudian 3n dan 4n


Ø  Tentukan Layout Instrument

Menentukan susunan instrumen di lapangan juga termasuk di sini adalah menentukan jenis instrumen apa saja yang akan digunakan di dalam pagelaran. Misal, sebagai arranger saya menginginkan instrumen 2 buah Marimba, 2 buah Vibraphone, 1 Xylophone, & 1 Bells. Berdasarkan hal tersebut, maka saya segera menentukan susunan instrumen tersebut di lapangan. Menentukan instrumen yang akan dimainkan berarti secara otomatis menentukan staf instrumen pada media aransemen.

Dengan menentukan susunan posisi instrumen, otomatis ketika nanti proses menulis lagu berlangsung, secara tidak sadar kita akan membayangkan hasil suara yang akan keluar.

Masih bingung dengan maksudnya?

Ok, pernahkah Anda memperhatikan suara yang keluar dari headphone atau headset Anda ketika mendengarkan lagu dari mp3 player atau perangkat lainnya?

Apakah Anda memperhatikan efek suara yang dihasilkan? Misal ada di bagian tertentu suara lead guitar hanya terdengar di headset sebelah kiri saja, sedangkan suara tambourine hanya terdengar pada headset sebelah kanan?

Atau ketika Anda menonton movie di bioskop, ketika si tokoh dalam film berlari dari kiri ke kanan menggunakan sepatu dengan sol keras di atas jembatan kayu, maka suara yang terdengar pun juga “berlari” dari speaker kiri ke speaker kanan.






















































Ø  Tentukan Teknik Permainan & Kenali Karakter masing-masing Instrumen

Termasuk di sini juga menentukan tingkat kesulitan yang akan dihadapi oleh pemain di lapangan. Ketika pemain dirasa cukup mampu untuk bermain dengan difficulty level 5, maka hindari untuk membuat aransemen dengan difficulty level 9, karena itu akan memberatkan si pemain pada saat proses transfer materi. Apalagi jika waktu penampilan sudah mepet.

Tentukan pula jenis teknik yang akan dimainkan, karena pit instrumen juga masih satu keluarga besar dengan perkusi, maka teknik dasarnya pun juga tidak terlalu berbeda. Misal, ada teknik double stroke, para diddle, roll, dan lain sebagainya.

Termasuk di sini arranger harus mengenal karakter masing-masing instrumen yang akan digunakan. Hal ini dimaksudkan agar saat menulis nantinya, karakter masing-masing instrumen bisa terlihat optimal tanpa harus saling menutup karakter masing-masing.

Berdasarkan pengalaman penulis, karakter instrumen biasanya tercermin dari karakter si pemain instrumen tersebut. Orang yang berkarakter lembut biasanya identik dengan karakter permainan pada vibraphone, karakter lincah & tegas identik dengan karakter permainan pada instrumen kayu seperti marimba, karakter pemain yang suka tantangan cocok bermain pada xylophone, karakter pemain tenang namun riang cocok bermain pada bells atau chimes, dll
 


SAAT MENULIS


Ø  Tentukan Alur Nuansa

Menulis lagu menurut saya pribadi sama halnya dengan mengarang, yaitu kita harus harus menentukan jalan cerita yang akan ditampilkan. Cara yang paling sederhana adalah menentukan nuansa lagu berdasarkan struktur lagu. Biasanya struktur lagu terdiri dari Intro, Lagu Utama, Reff, Bridge, Reff, Ending. Nah... tinggal bagaimana kreasi kita untuk menentukan nuansa dari tiap-tiap bagian tersebut.

Bakal lebih mudah jika kita membuat script terlebih dahulu sebelum menulis lagu.

Contoh script (hendri version)
Tema: Jawa
Bagian Lagu/Bar
Deskripsi
Catatan Instrument
Intro (1-4)
Opener, menggambarkan kelembutan, suasana tenang, karakter Jawa harus kuat
Hanya marimba mid-low & Vibraphone yang bermain,
Bamboo rain sbg penambah suasana Jawa desa
Intro (5-8)
Suasana mulai agak naik, ritmis ala Jawa fade in
Volume marimba & vibes turun, bells masuk.
Bamboo rain tetap bermain, mengiringi toms yang bermain pattern kendang
Intro (9-12)
Nuansa gotong royong, tergambar jelas di bagian ini
Marimba & vibes sebagai pengiring, xylophone mulai bermain.
Bridge Intro to Main Song (13-14)
Menggambarkan ketegasan ala Jawa.
Gotong royong guna hasil yang maksimal
Hanya battery yang bermain, semua pemain keyboard percussion memainkan cymbal.


Ø  Tentukan “Siapa Bernyanyi, Siapa Mengiringi”

Pernahkah Anda melihat 2 orang yang sedang bertengkar? Keduanya sama-sama beradu argumen dalam waktu yang bersamaan, alhasil sebagai penonton pun Anda tidak bisa menangkap apa yang mereka katakan.

Berbeda halnya dengan 2 orang yang lagi kasmaran sedang ngobrol, dengan sopan mereka saling berkata secara bergantian. Ketika si cowok ngomong, si cewek mendengarkan dengan seksama, begitu juga sebaliknya.

Begitulah aransemen, masih bertautan dengan alur nuansa, maka tentukan juga fokus show pada setiap bagian.

Misal, jika ingin instrumen logam terdengar jelas, maka hindari menulis not rapat, kecuali memang untuk keperluan permainan unisono dengan instrumen kayu. Jika ingin menonjolkan kebolehan suara instrumen marimba, maka hindari menulis not jarang.

Pengaturan ekspresi permainan & teknik permainan termasuk pattern yang digunakan pada masing-masing instrumen, berpengaruh juga pada keberhasilan penentuan “siapa bernyanyi, siapa mengiringi”.


Ø  Bayangkan Visualisasi Pagelaran

Hal ini berkaitan dengan susunan instrumen di lapangan, misal pada bagian megah yang mungkin didukung oleh aksen oleh toss flag CG, & musik brass megah, maka lebih OK jika ditambahkan suara Chinese Gong.

Untuk menonjolkan keyboard percussion pada bagian tertentu, maka instrumen kayu (marimba & xylophone) bermain speed running dengan 2 mallet, diiringi oleh not ¼ atau not ½ yang dimainkan full stroke pada vibraphone dan dipertegas oleh bells.



 FINAL CHECK

Ø  Putar Kembali Hasil Karya Anda

Selalu playback hasil karya Anda, karena biasanya sekalipun Anda telah selesai menulis score lagu, setelah diputar kembali seperti ada bagian yang mungkin kurang sreg, atau ada yang kurang, atau malah dirasa tekniknya terlalu susah, atau tidak sesuai dengan nuansa yanng diinginkan.

Anda juga bisa memperdengarkan hasil aransemen Anda kepada orang lain, yang kemudian tanggapan dari pendengar tersebut juga bisa dijadikan bahan untuk revisi.

Ø  Lakukan Revisi Jika Dirasa Kurang Sreg

Jika Anda menemukan dan saya rasa pasti menemukan beberapa hal seperti yang sudah saya sebutkan di atas, maka segera lakukan revisi. Revisi tidak harus dilakukan berurutan dari awal, namun bisa dilakukan bagian yang Anda rasa merupakan prioritas.

Ø  Perkaya Referensi Lagu

Saat melakukan revisi, perkaya juga referensi musik Anda dengan banyak mendengarkan lagu-lagu, baik lagu yang Anda suka, maupun yang tidak Anda suka. Misal, Anda tidak suka Dangdut, namun cobalah Anda menulis cengkok dangdut dalam bentuk notasi.



PENUTUP

Ok...
Penulis hanya ingin mengucapkan:

“Selamat mencoba, terus berlatih, terus berkarya. Karya spektakuler bukanlah karya dengan tingkat kesulitan yang bermacam-macam, bukanlah karya dengan jenis instrument yang beragam, namun karya yang spektakuler adalah karya yang dihasilkan penuh perasaan serta digarap sepenuh hati”