Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 12 Desember 2014

3 otot utama pendukung permainan pit percussion

Selamat datang di artikel ini...
Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar ingin sharing informasi. Berdasarkan obrolan dengan beberapa teman dari thailand yang juga merupakan praktisi Pit Percussion, dan jug adengan obrolan dengan beberapa teman dari Indonesia sendiri, akhirnya sebagai praktisi Pit Percussion, saya membranikan diri untuk menulis artikel ini.
Untuk bisa menghasilkan suara yang besar, berbobot, dan jelas, maka pemain Pit Percussion sebaiknya/harus menggunakan 3 otot utama yang ada pada dirinya. Mana saja otot yang dimaksud:
  • Otot Pergelangan
Otot ini merupakan otot yang mutlak digunakan. Fungsinya untuk menimbulkan pukulan yang benar-benar legatto. Semakin besar sudut pukulan yang dibentuk oleh pergelangan, maka semakin besar pula suara yang dihasilkan.
  • Otot Lengan
Otot lengan ini berfungsi untuk menambah power pukulan. Cukup dengan menambah gerakan lengan ke atas & ke bawah, maka suara pukulan yang dikombinasikan dengan gerak pergelangan tangan akan terdengar cukup besar.
  • Otot Jari
Untuk kasus-kasus tertentu, misal untuk menghasilkan suara yang lembut, maka gerakan jari amat sangat berperan pada permainan pit percussion.

So... Selamat mencoba

MBUNS kembali menjuarai Marching Percussion Contest BMBC V-2014

Tahun 2014 merupakan kali kedua Marching Band UNS mengikuti Marching Percussion Contest pada BMBC V-2014. Jika pada tahun sebelumnya meraih juara 1 dengan membawakan tema JaWaMaBaHuNaSa, maka pada tahun kedua ini membawakan tema sekuel, yaitu "Nerusake Lelakon JaWaMaBaHuNaSa".

Ada yang menarik dari konsep pagelaran pada tahun ini, dengan support dari Madayo, Tim MPC MBUNS tidak hanya menampilkan pemain musik di lapangan, namun juga menampilkan tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, & Bagong) yang menambah semarak suasana.
Untuk Full Show, Pit Instrument MB UNS meraih predikat The Best Pit Instrument
Selamat untuk Perkusi MB UNS, semoga piala tetap segera diraih pada BMBC VI-2015

sumber: www.madayomallet.com

Kamis, 28 Agustus 2014

Interval



Interval adalah jarak antara 2 (dua) nada. Masing-masing jarak memiliki istilah tersendiri sesuai dengan jaraknya, antara lain prim, skunde, ters, kwart, kwint, sekt, septim, oktaf, dan seterusnya.
Tabel interval seperti di bawah ini:
Jarak
Istilah
Contoh
1 ke 1 (1st)
Prim
C ke C
1 ke 2 (2nd)
Skunde
C ke D
1 ke 3 (3rd)
Ters
C ke E
1 ke 4 (4th)
Kwart
C ke F
1 ke 5 (5th)
Kwint
C ke G
1 ke 6 (6th)
Sekt
C ke A
1 ke 7 (7th)
Septim
C ke B
1 ke 8 (8th)
Oktaf
C ke C’
1 ke 9 (9th)
None
C ke D’
1 ke 10 (10th)
Decim
C ke E’
1 ke 11 (11th)
Undecim
C ke F’
1 ke 12 (12th)
Dodecim
C ke G’
1 ke 13 (13th)
Tredecim
C ke A’

Selasa, 26 Agustus 2014

Lite Movement #1 (for 4 mallets)

Bagi para pecinta/praktisi/simpatisan Marching Band, khususnya Pit Instrument, mungkin pemanasan berikut bisa sedikit membantu untuk meng-upgrade skill pemain

LITE MOVEMENT #1

Kamis, 21 Agustus 2014

Modus/Mode



Mode adalah ragam jajaran tangganada. Disebut pula modus yang berarti jenis nada; jenis pertangganadaan. Mode asli dapat dikenal dari nada dasarnya. Penentuan mode atau modus berdasarkan tangganada mayor maupun minor. Namun supaya mempermudah, mode diukur dari standar jajaran diatonik natural, yaitu papannada bilah putih pada alat musik klaviatur (seperti keyboard). Standar tangganada tersebut dikenal sebagai authentic mode.
Penentuan modus berdasarkan tangganada baik mayor maupun minor, dengan istilah sebagai berikut:
Ionian             dimulai dari nada pertama      do-re-mi-fa-sol-la-si-do
Dorian            dimulai dari nada kedua         re-mi-fa-sol-la-si-do-re
Phrygian        dimulai dari nada ketiga         mi-fa-sol-la-si-do-re-mi
Lyidian           dimulai dari nada keempat      fa-sol-la-si-do-re-mi-fa
Mixolydian     dimulai dari nada kelima         sol-la-si-do-re-mi-fa-sol
Aeolian           dimulai dari nada keenam       la-si-do-re-mi-fa-sol-la
Locrian           dimulai dari nada ketujuh       si-do-re-mi-fa-sol-la-si

Apabila modus berdasarkan tangganada mayor maka disebut modus mayor, apabila modus berdasarkan tangganada minor maka disebut modus minor.

Sumber:
Buku "Mahir Bermain Keyboard Tanpa Kursus", terbitan Citra Media 2012

Jumat, 09 Agustus 2013

Rabu, 22 Mei 2013

Show Up Your Pit Instrument (khusus tim junior)


Pit Instrument
Di dalam sebuah grup marching band terdapat section yang disebut dengan Pit Instrument. Pit Instrument termasuk ke dalam golongan perkusi, karena cara memainkan instrumennya dengan cara dipukul. Secara umum perkusi terdiri dari 2 sub kelompok, yaitu Perkusi Ritmis dan Perkusi Melodis.
Instrument yang merupakan perkusi ritmis adalah instrument yang berfungi sebagai pemberi irama ritmis, yaitu Drum & cymbal (yang paling sering digunakan di pagelaran marching band)
Instrument yang merupakan perkusi melodis adalah instrument yang berfungsi menyajikan melodi dengan cara dipukul. Jenis instrument yang umum digunakan di dalam pagelaran marching band, antara lain Marimba, Xylophone, Vibraphone, dan Bells.

Arransemen minimalis (khusus pit instrument)
Di dalam grup marching band junior, seringkali ditemui instrument yang tidak sesuai dengan komposisi ideal. Yang paling umum adalah jumlah instrument bells yang bejibun. Padahal kita tahu bahwa bells merupakan instrument logam yang memiliki frekwensi tinggi dan treble. Dengan sedikit tenaga saat memukul pun, suara yang terdengar cukup nyaring dan bisa menembus suara instrument lain. Lantas bagaimana jika menemui banyak instrument bells untuk digarap menjadi pagelaran yang cukup menarik?
Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, dalam mengaransemen perlu diperhatikan beberapa hal yaitu harmonisasi, ensemble, kerancakan pattern, dan ketepatan/kesesuaian.

Harmonisasi
Telinga manusia terletih untuk mendengarkan suara dengan frekwensi yang balance (imbang), seperti pada equalizer ada fungsi pengaturan treble dan bass, supaya terdengar enak di telinga.
Bells merupakan instrument melodis dengan rentang nada yang pendek, yaitu antara 2-2,5 oktaf. Namun dimungkinkan ada yang 3 oktaf. Dari sinilah bisa dimaksimalkan. Tipsnya sebagai berikut:
Bagi pemain menjadi 2 kelompok, gunakan oktaf yang berbeda saat bermain. Untuk kelompok oktaf bawah, pastikan memiliki jumlah personel yang lebih banyak daripada jumlah personel yang memainkan oktaf lebih atas.
Gunakan chording dengan mengutamakan nada2 rendah pada bells sebagai fungsi balancing.
Gunakan 2nd (second voice) untuk mempertebal suara melodi utama.

Ensemble
Berarti bermain secara bersama-sama dengan melepaskan ego masing-masing. Ajarkan kepada anak didik kita agar mereka bermain dengan saling mendengarkan, hanya menggunakan power yang secukupnya (kebanyakan pemain melodis di marching band junior bermain dengan menghajar alat).

Kerancakan pattern
Pattern dan teknik permainan merupakan 2 hal yang berhubungan. Perkaya content permainan dengan memvariasi pattern permainan, dan gunakan teknik yang sesuai.

Ketepatan/kesesuaian
TIDAK ADA ARRANSEMEN YANG SALAH. Namun yang perlu diperhatikan, adalah ketepatan/kesesuaian penggunaan dalam pagelaran. Di sini sudah dituntut untuk menggunakan rasa sebagai penyeimbang teori.


Disampaikan oleh: Hendri C. Wibowo