Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 17 Januari 2011

Birama


Birama (menurut Kamus musik-Pono Banoe) adalah ruas-ruas yang membagi kalimat lagu ke dalam ukuran-ukuran yang sama, ditandai dengan lambang hitungan atau bilangan tertentu. Namun berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka tahun 1989, Ritma/ritme/irama/ritmik/ritmis, berarti berirama. Jadi Birama adalah aksen/ketukan yang berulang-ulang secara teratur pada sebuah lagu, berfungsi untuk menentukan irama.
Ritme atau ketukan pada tiap bar mempunyai jarak waktu yang konstan. Dalam arti, ketukan tidak semakin cepat, ataupun tidak semakin melambat, namun konstan, selama belum ada keterangan untuk perubahan tempo.
Tanda birama berbentuk pecahan yang mempunyai pembilang (A) dan penyebut (B). Pembilang menyatakan jumlah ketukan atau jumlah not normal pada setiap ruas birama (Bar), sedangkan penyebut menyatakan satuan nilai not yang dijadikan patokan tempo.
, berarti ada A not 1/B dalam satu bar yang dijadikan patokan tempo. Dalam penulisan ruas birama (Bar), dibatasi garis antar birama seperti contoh di bawah: 

Contoh penjelasan birama serta penulisan pada not balok:
Birama 4/4
 Text Box: berarti dalam 1 (satu) ruas birama (bar), terdapat 4 not ¼, yang dijadikan patokan tempo.


Birama ¾
 Text Box: berarti dalam 1 (satu) ruas birama (bar), terdapat 3 not ¼, yang dijadikan patokan tempo.


Birama 2/2
Text Box: berarti dalam 1 (satu) ruas birama (bar), terdapat 2 not ½, yang dijadikan patokan tempo.


Birama 6/8

Text Box: berarti dalam 1 (satu) ruas birama (bar), terdapat 6 not 1/8, yang dijadikan patokan tempo.
Birama 12/16
Text Box: berarti dalam 1 (satu) ruas birama (bar), terdapat 12 not 1/16, yang dijadikan patokan tempo.

Aturan birama tersebut juga berlaku sama pada tanda diam, jadi yang dijadikan patokan tempo adalah nilai not atau nilai lama diam. Sedangkan notasi yang mengisi garis paranada tidak harus not yang sesuai patokan tempo. Maksudnya jika birama tersebut contohnya 3/8, bukan berarti harus diisi dengan not 1/8 semua dalam 1 (satu) bar, namun di dalam bar tersebut diisi dengan not-not lain yang senilai dengan not 1/8 jika digabung maupun dipecah.
Jika aplikasi not dalam lagu, tempo bersifat konstan, maka jika kita mendengar sebuah lagu, terkesan ada yang berubah-ubah, itu adalah ritme atau irama atau disebut juga sinkop. Ritme inilah yang akhirnya membentuk keindahan sebuah lagu atau repertoire.
Ritme dalam sebuah lagu merupakan gabungan dari berbagai not yang diramu bersama-sama tanda diam, termasuk di dalamnya nada.

3 komentar:

  1. terima kasih:)
    ini sangat padat dan jelas informasinya...

    BalasHapus
  2. terimakasih, saya jadi bisa mengerjakan pr

    BalasHapus
  3. simpel tapi mudah dipahami

    BalasHapus