Jumat, 14 Januari 2011

Sejarah Marching Band

Saya bergabung di Marching Band sejak tahun 2003, berarti hingga saat ini sudah 7  tahun, hampir 8 tahun. Awalnya saya bergabung di Marching Band di Universitas Gadjah Mada, hanya sebagai pengisi waktu kosong plus saya tertarik dengan konsep orkestra berjalan yang saat itu memainkan lagu "Yogyakarta"-nya KLa Project.

Proses latihan di Marching Band bagi kebanyakan orang memang terasa menyiksa. "Latihan musik kok kayak latihan militer...." Itu adalah komentar yang umumnya muncul di kebanyakan orang awam. Memang jika dirunut dari proses kemunculan Marching Band, militer OK.


Awal kemunculan marching band, diawali oleh munculnya Korps Musik Militer yang bertugas saat upacara-upacara atau apel-apel pasukan militer. Biasanya mereka memainkan musik-musik tegas, bertempo Mars. Selain memainkan lagu-lagu upacara, korps musik juga memainkan lagu-lagu penggugah semangat para anggota pasukan militer.

Perkembangan selanjutnya, menjadi Military Band. Namanya juga militer, jadi lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu dengan nuansa gegap gempita. Biasanya penampilannya dilakukan secara parade dan berfungsi juga sebagai pengiring panji-panji kebesaran pasukan militer tersebut (kelak, pasukan pembawa panji-panji ini berevolusi menjadi pasukan Color Guard di Marching Band). Di Indonesia, Military Band berkembang menjadi Drum Band, dengan komposisi pemain bisa mencapai 100 orang, dengan instrument utama, drum.

Karena yang bermain bukan hanya orang-orang militer, orang awam juga, maka lagu-lagu yang dimainkan pun bukan hanya lagu-lagu militer, tetapi juga lagu-lagu populer yang up date. Formasi barisan pun bukan sekedar baris parade, namun berkembang menjadi formasi yang dinamis. Disebutlah menjadi Marching Band.
Marching Band saat itu menggunakan instrument perkusi dan tiup. Khusus untuk instrument tiup menjadi instrument utama, dengan jenis, ada tiup logam (brass) dan tiup kayu (woodwind). Kedua jenis instrument tiup tersebut memiliki teknik yang berbeda. Sehingga pada perkembangannya untuk menyederhanakan teknik tetapi tidak mengurangi musikalitas, woodwind tidak disertakan. Marching Band berevolusi menjadi Drum Corps.

Komposisi Drum Corps umumnya terdiri dari Perkusi melodis (disebut front line, tidak ikut display/formasi), Perkusi ritmis (drum, dengan jumlah pemain sekitar 25% total pemain musik), serta mayoritas Brass (tiup logam). Serta untuk mendukung visualisasi saat penampilan, ada tim dancer tersendiri yang disebut dengan Color Guard. Color Guard tidak bermain musik, tetapi hanya menampilkan gerakan-gerakan seperti BL, atau menggunakan properti seperti Riffle, Sabre, Air Blade. Properti utama, flag/bendera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar