Senin, 28 Februari 2011

Pianika

Mungkin umumnya dari Anda mengenal atau minimal pernah mendengar tentang instrument ini. Pianika. Ya, pianika merupakan instrument musik berupa keyboard yang dimainkan dengan cara ditiup dan menekan/memencet tuts-tutsnya. Beberapa orang menganggap sederhana instrument ini.

Bukan apa-apa, karena memang kebanyakan instrument ini digunakan dalam pelajaran musik di usia Sekolah Dasar. Namun sebenarnya memainkan pianika bukan hal yang mudah seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Anggap saja seperti ini, Organ, piano lebih mudah dimainkan dengan 2 tangan. Sedangkan pianika dengan bentuk yang sama namun diperkecil ukurannya, dimainkan dengan satu tangan. Sebab satu tangan yang lain memegang pianika, dengan kondisi mouthpiece harus tetap ditiup.
Dwiki Dharmawan pernah dan sering tampil dengan menggunakan pianika.
Jadi sebenarnya pianika sangat efektif untuk metode pembelajaran aktivasi otak kanan dan otak kiri. Sebab, saat otak kiri mengatur tangan kanan untuk memencet tuts-tuts pianika, otak kanan harus mengatur tentang dinamika permainan (keras lembut tiupan) terhadap nafas.

Belajar bermain pianika yang paling utama adalah breathing (pernapasan). Berdasarkan pengalaman penulis menjadi instruktur musik marching band di tinkat Sekolah Dasar yang menggunakan pianika, kejadian yang paling utama adalah jika pemain musik meniup nada selama 4 beat/ketuk dan berpindah nada pada ketukan ke -5, yang terjadi adalah 4 beat nada yang dimaksud tidak ditiup penuh, namun hanya 3 beat berhenti pada beat ke-4. Contoh, pemain harus meniup 4 beat nada G, kemudian 4 beat nada C, dan ditutup 1 beat nada E. yang terjadi adalah 3 beat nada G diikuti 1 beat istirahat, kemudian 3 beat nada C diikuti 1 beat istirahat, kemudian ditutup 1 beat nada E.
Istirahat tersebut biasanya diisi dengan kegiatan menarik nafas. Padahal jika melakukan breathing dengan benar, kegiatan tarik nafas bisa dilakukan sesaat sebelum meniup nada selanjutnya, bukan pada 1 beat sebelum nada selanjutnya.
 Pianika digunakan dalam Marching Band Performance

Mngkin sedikit informasi ini bisa dicoba untuk melakukan breathing dengan benar. JIka Anda pernah melihat Film "Swing Girls" yang bercerita tentang sekelompok siswi sekolah yang membentuk grup jazz, mereka melakukan latihan breathing dengan cara meniup selembar tissue yang harus tetap menempel di dinding dengan tiupan. Lebih jelasnya bisa Anda lihat di film Swing Girls pada menit ke 23 hingga 25.
Sekian sedikit informasi yang insya Alloh bisa saya bagi ke seluruh pengunjung semua, Terima kasih

Sabtu, 26 Februari 2011

Permohonan Maaf

Maaf kami sampaikan kepada seluruh pengunjung Hendrimusic, yang mungkin sudah menunggu hampir lebih dari seminggu tentang update info.
Admin belum sempat online, karena Admin juga terlibat langsung dalam penampilan The Hadiningrat Symphonic Band di Jakarta...
Insya Alloh info akan selalu update kembali, serta akses gratis masih terus bisa dinikmati.
Sekali lagi Maaf...


-admin-

Jumat, 11 Februari 2011

Hadiningrat Symphonic Band

Hadiningrat Symphonic Band merupakan kelompok ensemble musik asal Kota Yogyakarta. Kata "Hadiningrat" itu sendiri diambil dari nama asli kota Yogyakarta, yaitu Ngayogyakarto Hadiningrat. Kelompok Musik Ensemble ini dipimpin oleh Hendra Yanuardi (Babeh / Hafiz Al Qolby), seorang tokoh musik asal Balikpapan yang sudah malang melintang di dunia musik Orchestra maupun Marching Band/Drum Corps baik di level nasional maupun internasional.
Bisa dibilang, Hadiningrat Symphonic Band merupakan peleburan antara musik Marching Band dengan Orchestra. Sebab HSB menggunakan instrument Brass, yang lazim digunakan oleh pemain Marching Band, dan instrument wood wind yang lazim digunakan oleh pemian Orchestra. Tentu saja, HSB juga dilengkapi dengan perkusi, baik perkusi ritmis maupun perkusi melodis.
Dalam show yang pertama kali akan digelar sepanjang masa terbentuknya HSB, akan digelar sebuah konser di Auditorium Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta pada tanggal 14 Februari 2011. Konser ini merupakan "Konser Pamit" dari Saudara-saudara kami Marching Band UPN "Veteran" Yogyakarta, yang akan mengikuti kejuaraan Marching Band di tingkat Nasional.
Hadiningrat Symphonic Band, dalam kesempatan ini juga ikut serta berkompetisi di dalam ajang yang sama, yang diikuti oleh saudara-saudara kami MB UPN"V" Yogyakarta. (klik di sini untuk berita terkait)
Para pemain HSB merupakan pemain-pemain musik yang terdiri dari berbagai kalangan, yang ada di Yogyakarta, namun kebanyakan merupakan mahasiswa beberapa universitas / perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta.

The Hadiningrat Symphonic Band @ BMBC 2011
Galeri foto @ BMBC 2011

Minggu, 06 Februari 2011

Keroncong Jati Diri Indonesia

Musik keroncong diperkenalkan pertama kali pada masa pendudukan Portugis di Indonesia pada sekitar abad 16.Karena masuknya Portugis ke Indonesia melalui daerah Maluku, maka musik keroncong, di Indonesia dimankan pertama kali oleh budak-budak dari Maluku. alat musik yang digunakan pada saat itu adalah fado, yang berasal dari Portugis. (wikipedia)

Ada yang berpendapat bahwa nama “keroncong” itu dari nama alat musik semacam gitar kecil /ukulele dari Polynesia yang disebut “Crouco”. (tjroeng)

Saat pengaruh Portugis mulai melemah di Indonesia pada abad 17, pengaruh musik keroncong tidaklah pudar, malah berkembang seiring bertambahnya instrument yang digunakan. Perkembangan itulah yang mengakibatkan, musik keroncong Indonesia disebut sebagai musik Indonesia asli. Sebab, tidak ada musik Portugis yang berirama seperti halnya musik Keroncong, apalagi dengan instrument yang sama persis dengan musik keroncong Indonesia.
Adapun instrument utama yang digunakan dalam musik keroncong ada 7 yaitu:
  1. ukulele "cak"
  2. ukulele "cuk"
  3. gitar
  4. biola (pengganti rebab)
  5. flute (pengganti seruling)
  6. cello
  7. contra bass (pengganti gong)

5 dari 7 instrument asli yang digunakan adalah instrument asli Indonesia. So, bagaimana tindakan kita untuk melestarikan musik keroncong?

Rabu, 02 Februari 2011

Musik Indonesia, Musik Perkusi

Entah disadari atau tidak, Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa yang tersebar di kepulauan di Indonesia, memiliki macam-macam budaya yang berimbas pada macam-macam alat musik sebagai identitas budaya setempat.

Namun jika dicermati, akar budaya lebih khususnya akar musik yang ada di suku-suku bangsa di Indonesia ini, mempunyai sifat yang sama. Yaitu bersifat perkusif, maksudnya, keseluruhan musik hasil budaya suku bangsa tesebut adalah musik perkusi.

Hal ini bisa dilihat dari jenis instrument yang dimiliki oleh masing-masing suku bangsa yang ada di Indonesia. Misal, Suku Jawa yang memiliki alat musik gamelan, mayoritas instrument yang termasuk di dalam seperangkat gamelan adalah instrument perkusi (instrument pukul). Suku Sunda pun demikian, hampir sama dengan Suku Jawa. Gamelan Bali yang dimiliki oleh masyarakat Pulau Bali, juga memiliki gamelan yang 90% instrument-nya adalah instrument perkusi.

Tifa, instrument khas Papua pun juga merupakan instrument perkusi.


Dan berikut beberapa instrument Indonesia yang merupakan instrument perkusi

Gondang Batak


Angklung
 

Selasa, 01 Februari 2011

Festival Anak Nusantara 2011



NAMA KEGIATAN
     FESTIVAL ANAK NUSANTARA 2011

JENIS KEGIATAN

Lomba Konser yang terbagi dalam 4 (empat) klasemen peserta, yaitu :
1. Klasemen TK                            :           a. Divisi Pra Mandiri   
                                                            b. Divisi Pemula
                                                            c. Divisi Lanjutan
                                                            d. Divisi Utama ( Free for all )
2. Klasemen SD                             :           Non Divisi
3. Klasemen SMP / SMA / Umum :           Non Divisi

PELAKSANAAN KEGIATAN
1.       Pertemuan Teknis (Technical Meeting) I
Hari & Tanggal            :           Sabtu, 26 Februari 2011
Waktu                         :           13.00 wib – 15.00 wib
Tempat                        :           Balai Utari Gedung Mandala Bhakti Wanitatama
                                          Jl. Laksda Adisutjipto - Yogyakarta
Acara                          :           - Pembahasan Juklak Lomba
- Pendaftaran Peserta
2.       Pertemuan Teknis (Technical Meeting) II
Hari & Tanggal           :           Sabtu, 19 Maret 2011
Waktu                         :           13.00 wib – 15.00 wib
Tempat                       :           Balai Utari Gedung Mandala Bhakti Wanitatama
                                          Jl. Laksda Adisutjipto - Yogyakarta
Acara                          :           - Pemeriksaan Administrasi Peserta
- Pengundian Urutan Penampilan
3.   Pelaksanaan Lomba
Hari & Tanggal           :           Minggu, 27 Maret 2011
Waktu                         :           08.00 wib –  18.00 wib
Tempat                        :           GOR KONI Kab. Sleman
Acara                          :           Lomba Konser



PENYELENGGARA KEGIATAN
Bahana Percussion Indonesia ( BPI – Yogyakarta )
Jl. Tebu Mangli RW 02 RT 06 Gedongan Purbayan Kotagede 55173 Yogyakarta           
Telp. (0274) 7100925 CP:             Muhammad Muksin, S.Ag       081328566111
                                          Sapta Bayu Kartika                  081805405363
     
     
KUALIFIKASI PESERTA
A. Klasemen Taman Kanak-kanak
            1. Divisi Pra Mandiri               
Jumlah pemain alat musik maks. 20 orang
                        Jumlah pemain bendera tidak dibatasi
                        Waktu penampilan maks. 10 menit (all in)
                        Pelatih / official diperbolehkan membantu dan/ atau ikut memainkan
alat musik
2.      Divisi Pemula                   
Jumlah pemain alat musik maks. 25 orang
                        Jumlah pemain bendera tidak dibatasi
                        Waktu penampilan maks. 10 menit (all in)
3.      Devisi Lanjutan
Jumlah pemain alat musik maks. 30 orang
                        Jumlah pemain bendera tidak dibatasi
                        Waktu penampilan maks. 10 menit (all in)
4. Divisi Utama (Free for All) 
Jumlah pemain alat musik lebih dari  30 orang dan/ atau bebas
                        Jumlah pemain bendera tidak dibatasi
                        Waktu penampilan maks. 12 menit (all in)

B. Klasemen Sekolah Dasar                     
Jumlah pemain alat musik tidak dibatasi
                        Jumlah pemain bendera tidak dibatasi
                        Jenis & jumlah alat musik statis tidak dibatasi
                        Waktu penampilan maks. 12 menit (all in)

C. Klasemen SMP / SMA / Umum                        
Jumlah pemain alat musik tidak dibatasi
                        Jumlah pemain bendera tidak dibatasi
                        Jenis & jumlah alat musik statis tdak dibatasi
                        Waktu penampilan maks. 12 menit (all in)

ADMINISTRASI LOMBA
Uang Pendaftaran Lomba Klasemen TK               Rp 200.000,- / 1 orang Paramanandi
Klasemen SD               Rp 225.000,- / 1 orang Paramanandi
Klasemen SMP/ SMA  Rp 250.000,- / 1 orang Paramanandi
Apabila Paramanandi dan/ atau Gitapati lebih dari 1 orang yang semuanya dilombakan maka dikenai biaya tambahan Rp 50 per orang

KATEGORI PENILAIAN
  1. Penilaian Tim
1.       ANALISA MUSIK MELODIS ( 350 POINT)
2.       ANALISA MUSIK RITMIS ( 350 POINT )
3.       GENERAL EFFECT ( 300 POINT )

  1. Penilaian Individual
1.       COLOUR GUARD ( 300 POINT )
2.       PARAMANANDI ( 300 POINT )
3.       GITAPATI ( 300 POINT ) khusus Klasemen SD & SMP/ SMA/ Umum


keterangan lebih lanjut hubungi
M. Muksin, S.Ag.        081 328 566 111
Sapta Bayu Kartika     0818 054 053 63

Perkembangan Musik Abad Pertengahan

Zaman Abad Pertengahan merupakan Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, seperti teknologi, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tidak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan (religi) namun dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.

Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)

Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.


Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :

1. Gullanme Dufay dari Prancis.

2. Adam de la halle dari Jerman.