Selasa, 01 Maret 2011

Dangdut? Tarik Boz......


Beberapa kebanyakan di antara kita mungkin menganggap bahwa Dangdut dengan ciri khas suara ketipung, merupakan jenis musik kampungan yang sama sekali tidak ada unsur musikalitas yang berarti. Menurut saya anggapan itu tidak sepenuhnya salah, jika yang menganggap adalah orang yang mengamati musik dangdut yang sekarang ini beredar.
Namun jika Anda memperhatikan musik Dangdut era tahun 90 an dan sebelumnya, maka mungkin Anda akan berpendapat sebaliknya. Coba perhatikan sisi musikalitas penyanyi dan pemain Dangdut seperti Rhoma Irama, Ikke Nurjanah, Evie Tamala, dll.
Soneta yang merupakan Band Dangdut legendaris selalu menyuguhkan pattern - pettern musik yang sebenarnya rumit dan bahkan mungkin selevel dengan pattern musik rock yang bisa dibilang rumit. Struktur musik yang dibangun pun cukup kuat. Bagaimana Soneta menyajikan intro dengan pattern yang sangat berbeda dengan batang lagu, interlude, chorus, ending.

Bisa dilihat juga musik - musik yang digunakan oleh Ikke Nurjanah atau Evie Tamala. Rasanya jauh lebih berkualitas daripada musik Dangdut sekarang. Seolah- olah pada jaman tersebut, musik dangdut menyajikan dinamika musik yang bisa memainkan emosi pendengarnya. Jauh dengan musik dangdut sekarang ini, yang hanya terkesan menampilkan musik yang keras, tanpa dinamika, lebih-lebih hanya menampilkan lekuk tubuh penyanyi dengan suara yang sama sekali tidak memadai.

Namun jika Anda lebih jeli, keunikan Dangdut adalah saat mencoba bagaimana menulis vocal Dangdut dalam bentuk notasi. Bagaimana menuliskan cengkok dangdut dalam bentuk notasi?
Nah, cukup sulit bukan?

2 komentar:

  1. Liat juga INFORMASI LAINNYA disini http://www.tunjuk.in/penasaran
    Jangan Lupa Masukkan terlebih dahulu NAMA + EMAIL anda lalu tekan ENTER.
    BUKTIKAN SEKARANG JUGA !!!

    BalasHapus
  2. Viva dangdut Indonesia...
    Viva Soneta.. haha..

    please visit--> www.mansionpro.blogspot.com

    BalasHapus