Sabtu, 30 April 2011

Bermain 4 Mallet "Samuel Grip"

Teknik bermain 4 mallet pada keyboard percussion, seperti Marimba & Vibraphone, seringkali dipandang sebagai sesuatu yang sulit bagi para pemain keyboard percussion dalam suatu unit marching band di Indonesia. Sub kelompok dalam marching band ini disebut dengan Pit Instrument alias instrument yang ada di depan, karena letak mereka yang selalu di depan, berbeda dengan posisi pada orchestra yang selalu berada di belakang.

Teknik 4 mallet yang ada di kalangan Marching Band Indonesia, umumya dipengaruhi oleh 2 (dua) teknik utama, Samuel Grip dan Steven Grip. Namun yang akan disajikan di sini adalah Samuel Grip, karena Saya lebih suka menggunakan Grip ini.



Berikut penjelasannya:
Jari telunjuk berfungsi Ganda. Bersama - sama Ibu jari memegang mallet dalam, dan bersama - sama jari tengah memgang mallet luar. Kekuatan pegangan, hendaknya rileks. Namun rileks di sini bukan berarti tampak lemas, rileks di sini harus menunjukkan kekokohan pegangan.



Jika mallet salah satu memukul, maka mallet yang lain berfungsi sebagai poros.

Grip 4 mallet bukan selalu boleh diajarkan kepada pemain marching band usia remaja/dewasa. Anak - anak pun bisa. Pengalaman Saya ketika menjadi pelatih di unit drum band Taman Kanak - Kanak, tepatnya di Drum Band TK Santa Maria (Sawangan - Magelang) dan Drum Band TK ABA IV Jayan (Borobudur - Magelang), eksperimen Saya untuk bisa membuat pemain drum band TK bermain menggunakan double mallet, berhasil. Pemain, Saya minta untuk memegang 2 mallet di tangan kanan dan 1 mallet di tangan kiri. Total 3 mallet. Walaupun cuma bermain chord (alias 3 nada dipukul bareng) baik chord mayor maupun chord minor, namun dari situ terbukti, otak anak - anak dalam menyerap materi jauh lebih cepat.

Nah, itu sedikit ulasan tentang 4 mallet, bagaimana dengan komentar Anda??? Silakan berkomentar di kolom komentar di bawah artikel ini, sebagai bentuk perhatian Anda pada bidang musik. Terima Kasih....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar