Selasa, 10 Mei 2011

Xylophone "MADAYO"


Xylophone yang diproduksi oleh produsen instrument perkusi dari Yogyakarta, MADAYO, ini mempunyai spesifikasi ukuran sebagai berikut:

  • 3,5 oktaf
  • Panjang 122 cm
  • Lebar kiri 75 cm
  • Lebar kanan 35 cm
  • Tinggi 83 cm
  • Bilah (bars) terbuat dari kayu Kalimantan (bornoe wood)
  • Tabung resonator terbuat dari aluminium
  • Frekwensi nada A = 442 Hz
Sebagai instrument yang sering dipergunakan untuk pertunjukan perkusi atau pun pertunjukan marching band, Xylophone "MADAYO" ternyata setara dengan kualitas Xylophone impor. SO, kapan lagi kita bisa memajukan produk dalam negeri
Showroom MADAYO beralamat di:
Prenggan VIII RT 02 / RW 16, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta

informasi lebih lanjut, bisa hubungi via Facebook : Madayo Mallet

Sejarah Gitar


Pengembangan awal instrument dawai, pada awalnya dilakukan di Eropa dengan nama Lute, berdasarkan instrumen musik yang berasal dari Arab yang bernama Oud. Oud ini memiliki 12 hingga 14 dawai (senar). 
  
Lute

Lute kemudian berkembang menjadi Theorbo, yang memiliki tambahan senar (snare extra) dan tuning head sejajar dengan neck. Nada-nada pada Theorbo mencakup nada bass-bariton. Pada perkembangan selanjutnya, menjadi Arch lute, Cittern, hingga Guitarra Latina yang popular pada abad 13.
Guitarra Latina merupakan instrumen dengan 3 atau 4 pasang senar dengan bentuk body yang kecil. Instrumen ini cukup populer di abad ke-13. Fretboard nya dibuat dari kayu tetapi sisanya menyerupai Guitarra Moresca.
Perkembangan selanjutnya adalah Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan 6 pasang senar. Body-nya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dengan beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA.
Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan.
Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.
Baroque Guitar
Baroque Guitar muncul pada awal abad ke-17. Gitar ini menggunakan senar nilon, mempunyai body yang panjang dan slim dengan bagian atas dan bawah yang sama besarnya. Tuning headnya dibuat dari kayu dan dipasang seperti pada gitar klasik. Fretnya terbuat dari kayu, metal ataupun gading bersifat permanen.
Semua instrumen yang tersebut diatas kebanyakan mempunyai fingerboard yang sama tingginya dengan soundboardnya. Fingerboard yang dinaikkan seperti sekarang ini belum ada sampai dengan adanya Parlor Guitars.
Parlor Guitars sangat mirip dengan Baroque Guitar dengan perkecualian bahwa tuning untuk Parlor Guitars biasanya lebih mekanikal. Kira-kira setelah 1820, bagian bawah body dibuat lebih besar dari bagian atasnya. Gitar klasik modern yang kita lihat sekarang ini belum berkembang sampai tahun 1840 di Spanyol.

Jumat, 06 Mei 2011

Rekaman Iseng - Iseng

Tepatnya pada tahun 2003 lalu, setelah Saya lulus dari Sekolah Menengah Atas di Kertosono, Nganjuk, saya iseng - iseng untuk menulis lagu, mengaransemen sendiri dalam format band, kemudian rekaman di sebuah studio music & recording di deket sekolah.April Music Studio (owner-nya Mas Yophie April)

Pertama kali masuk studio rekaman, saya melakukan rekaman sistem track untuk drum set. Pertama kali main drum set dengan metronome supaya ga kabur - kabur temponya, susahnya minta ampun. Hampir habis jatah jam rekaman hari itu hanya untuk rekaman drum set.

Hari berikutnya dan berikutnya saya rekaman untuk Bass, Gitar, dan terakhir vokal. Memang di lagu - lagu yang saya tulis dan saya rekam, saya memainkan instrument sendiri, bukan pake additional player, atau personel band saya yang main. Tapi murni saya sendiri, termasuk vokal (pede amat ya...).

Hanya iseng - iseng dan pengen menyelamatkan karya saja, saya melakukan rekaman.

Nah berhubung dulu saya belum kenal teknik musik yang benar, jadi di lagu ini terkesan datar - datar saja.
Buat para teman - teman, boleh download kok, boleh simpan jika suka, tapi jangan lupa kasih komentar ya...

klik saja di sini untuk mengunduh Lagu saya yang pertama

Bagaimana Memunculkan Ide Arransemen? #3

Mohon maaf bagi pengunjung - pengunjung sekalian yang sudah nunggu - nunggu sambungan artikel "Bagaimana Memunculkan Ide Arransemen"

Nah... Lanjut ya Gan...
Setelah di bagian pertama menampilkan 'mencari tempat kondusif' dan di bagian kedua menampilkan 'tulis ide Anda' dan 'Wujudkan dalam bentuk notasi'.
Di sini, yang akan Saya tayangkan, menurut pengalaman pribadi Saya, yaitu;

Semua ide yang muncul di kepala Anda (seperti iklan softdrink), tulis saja dalam bentuk notasi balok yang sudah berupa lagu. Jangan pikirkan tentang bagaimana jangkauan nada yang bisa dimainkan alat yang akan digunakan. Pokoknya tulis saja... Tulis saja sesuai dengan idealisme dan keinginan Anda. Puaskan diri Anda untuk  menulis lagu sesuai keinginan Anda.
Jika memang harus dibuat sulit, tulis saja...
  • Perbaiki Harmoni
Setelah ditulis sesuai dengan keinginan Anda, langkah selanjutnya adalah cek harmoni lagu. Chord yang digunakan, jangkauan nada (register alat).
  • Sesuaikan dengan kemampuan pemain
Pattern (pola) yang sudah ada, harus disesuaikan dengan kemampuan pemain. Misal pemain yang hanya sanggup main not 1/8, tentunya kesulitan jika diminta main not 1/16.
Jika pemain belum bisa main alat tiup dengan nada tinggi, perbaiki not - not yang menggunakan nada tinggi, transpose ke not yang terjangkau, namun tidak mengurangi nuansa lagu Anda.

Alhamdulillah.... Kelar sudah berbagi tips tentang arransemennya. Cuma, yang sudah saya tulis, semuanya berdasarkan pengalaman pribadi lho...
 
Tapi tetap saja... Saya mengaharapkan komentar - komentar dari temen - temen sekalian para pengunjung blog.

Rabu, 04 Mei 2011

Gusti Prabu Cup



Gema Percussion yang dipimpin oleh M. Jori Purnama secara rutin mengadakan kejuaraan Drum Band untuk tingkat SD dan TK di Yogyakarta. Kejuaraan yang pada tahun - tahun sebelumnya lebih dikenal dengan nama JeMBC, pada tahun ini berganti nama menjadi Gusti Prabu Cup.

Kejuaraan Terbuka yang diselenggarakan oleh Gema Percussion bekerja sama dengan Pengprov PDBI DIY, rencananya akan diselenggarakan di GOR Amongrogo pada 18 - 19 Juni 2011.

Informasi lebih lanjut mengenai Kejuaraan Terbuka Gusti Prabu Cup, bisa diperoleh dengan menghubungi:

Sekretariat Gema Percussion Jogja
Singosaren Sarirejo I RT 04, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 7417887 atau 085643200997



Pengunjung sekalian,diharap komentarnya ya... tengkyu...

Selasa, 03 Mei 2011

Hamengku Buwono Cup 2011



Kejuaraan nasional yang dulu pernah rutin diselenggarakan di Yogyakarta dan sempat vakum, hadir kembali di tahun ini (2011). Tentunya dengan konsep yang berbeda, Hamengku Buwono Cup rencananya akan diselenggarakan pada pertengahan bulan Juni 2011, tepatnya pada tanggal 25 - 26 Juni 2011. 
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Yayasan Hadiningrat Bregada Mungel (YHBM) & Harmoni Marching Production ini, akan diselenggarakan di Gelanggang Olah Raga "Amongrogo" - Yogyakarta.

Untuk informasi yang lebih jelas, padat, dan akurat, silakan hubungi:
Jangan lupa komentarnya ya...

Senin, 02 Mei 2011

Bagaimana Memunculkan Ide Arransemen? #2



  • Tulis Ide Anda
Setelah Anda berimajinasi, tulis segala hal yang  muncul dalam benak Anda, hasil imajinasi. Tulis ide Anda pada secarik kertas, atau apapun yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan ide Anda. Jika ide susah diwujudkan dalam bentuk tulisan, Anda bisa mewujudkan dalam bentuk gambar. Atau jika Anda susah mewujudkan dalam bentuk visual, Anda bisa mewujudkan dalam bentuk pattern - pattern (pola) not balok.


Segala ide yang ada, silakan disusun menjadi runtutan cerita, atau runtutan nuansa. Misal, bagian Intro dibikin slow, kemudian mulai menghentak saat masuk lagu utama, di bagian chorus (reff) dibikin rancak, dan lain sebagainya. Sebaiknya sebelum menulis dalam betuk notasi, ide yang ada digambar dulu dalam bentuk grafik.
Hal ini supaya mempermudah aja sih, alur musik yang akan dibangun seperti apa. Sebab, kalo dibuat datar seperti lagu - lagu grup band amatiran, yang ada malah membuat pendengar dalam kondisi trance.


  • bersambung lagi ya....
Jangan lupa komentarnya... Please lho Gan...

Minggu, 01 Mei 2011

Bagaimana Memunculkan Ide Arransemen? #1

Arransemen lagu memerlukan modal utama, yaitu imajinasi. Hal ini berlaku untuk membuat arransemen untuk semua kalangan. Saya ingin menulis tentang arransemen ini, ditujukan untuk sahabat - sahabat Saya, teman - teman Saya, serta orang - orang yang telah berjasa buat Saya, terjun di dunia musik, khususnya dunia Marching Band.



Beberapa kali saya pernah dan hampir rutin untuk didaulat menjadi juri musik pada beberapa kejuaraan lokal marching band / drum band, baik drum band TK, SD, maupun SMP/SMA, di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun beberapa kali dan hampir sering kali saya menemui arransemen musik yang dimainkan oleh tim drum band tersebut, terkesan monoton, tanpa alur, hanya bermain datar - datar saja dengan iringan musik yang bisa membuat kita dalam kondisi trance.

Pernahkan Anda mengendarai kendaraan, melewati jalan yang lurus, mulus (seperti di jalan tol), kemudian kecepatan konstan? Jika pernah, lama kelamaan pasti Anda merasakan sebuah kondisi seperti mengantuk, pikiran mulai melayang, seperti terhipnotis. Biasanya Anda mulai sadar (bahwa Anda mengendarai kendaraan di jalan tol), pada saat ada kendaraan yang mendahului Anda, atau membunyikan klakson, atau ketika melewati jalan yang memang dipasang pengejut (seperti polisi tidur).



Keadaan mengantuk itulah yang disebut dengan kondisi trance (atau tidak sadar). Sama juga dengan musik, jika Anda mendengarkan musik dengan tempo konstan, ritmis yang monoton, dan volume suara yang tetap, kondisi ini menyebabkan pendengar tidak fokus terhadap musik tersebut. Arransemen yang bagus adalah arransemen di mana pendengar bisa selalu fokus memperhatikan musik Anda. di dalam marching band, pagelaran biasanya dibatasi maksimal selama 12 menit. Nah, 12 menit itulah, kreatifitas arranger, dan koreografer dituntut untuk membuat fokus penonton, seperti memunculkan pertanyaan, "Wah, setelah ini, kira - kira bakal ada apa lagi ya?"

Memunculkan ide arransemen, sama seperti dengan memunculkan imajinasi. Berikut sedikit tips berdasarkan pengalaman pribadi Saya jika membuat arransemen lagu:

  • Mencari Tempat Yang Kondusif
Macam - macam tempat yang dianggap sebagai tempat yang kondusif untuk berimajinasi. Bisa di toilet, di tempat sepi, di kamar, di tempat yang ramai, dan lain sebagainya. Termasuk di sini, Ide bisa muncul kapan saja, jadi selalulah menggap bahwa semua tempat kondusif untuk Anda.

Para pembaca ditunggu komentarnya ya... Silakan isi kolom komentar di bawah ini... terima kasih,