Rabu, 22 Mei 2013

Show Up Your Pit Instrument (khusus tim junior)


Pit Instrument
Di dalam sebuah grup marching band terdapat section yang disebut dengan Pit Instrument. Pit Instrument termasuk ke dalam golongan perkusi, karena cara memainkan instrumennya dengan cara dipukul. Secara umum perkusi terdiri dari 2 sub kelompok, yaitu Perkusi Ritmis dan Perkusi Melodis.
Instrument yang merupakan perkusi ritmis adalah instrument yang berfungi sebagai pemberi irama ritmis, yaitu Drum & cymbal (yang paling sering digunakan di pagelaran marching band)
Instrument yang merupakan perkusi melodis adalah instrument yang berfungsi menyajikan melodi dengan cara dipukul. Jenis instrument yang umum digunakan di dalam pagelaran marching band, antara lain Marimba, Xylophone, Vibraphone, dan Bells.

Arransemen minimalis (khusus pit instrument)
Di dalam grup marching band junior, seringkali ditemui instrument yang tidak sesuai dengan komposisi ideal. Yang paling umum adalah jumlah instrument bells yang bejibun. Padahal kita tahu bahwa bells merupakan instrument logam yang memiliki frekwensi tinggi dan treble. Dengan sedikit tenaga saat memukul pun, suara yang terdengar cukup nyaring dan bisa menembus suara instrument lain. Lantas bagaimana jika menemui banyak instrument bells untuk digarap menjadi pagelaran yang cukup menarik?
Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, dalam mengaransemen perlu diperhatikan beberapa hal yaitu harmonisasi, ensemble, kerancakan pattern, dan ketepatan/kesesuaian.

Harmonisasi
Telinga manusia terletih untuk mendengarkan suara dengan frekwensi yang balance (imbang), seperti pada equalizer ada fungsi pengaturan treble dan bass, supaya terdengar enak di telinga.
Bells merupakan instrument melodis dengan rentang nada yang pendek, yaitu antara 2-2,5 oktaf. Namun dimungkinkan ada yang 3 oktaf. Dari sinilah bisa dimaksimalkan. Tipsnya sebagai berikut:
Bagi pemain menjadi 2 kelompok, gunakan oktaf yang berbeda saat bermain. Untuk kelompok oktaf bawah, pastikan memiliki jumlah personel yang lebih banyak daripada jumlah personel yang memainkan oktaf lebih atas.
Gunakan chording dengan mengutamakan nada2 rendah pada bells sebagai fungsi balancing.
Gunakan 2nd (second voice) untuk mempertebal suara melodi utama.

Ensemble
Berarti bermain secara bersama-sama dengan melepaskan ego masing-masing. Ajarkan kepada anak didik kita agar mereka bermain dengan saling mendengarkan, hanya menggunakan power yang secukupnya (kebanyakan pemain melodis di marching band junior bermain dengan menghajar alat).

Kerancakan pattern
Pattern dan teknik permainan merupakan 2 hal yang berhubungan. Perkaya content permainan dengan memvariasi pattern permainan, dan gunakan teknik yang sesuai.

Ketepatan/kesesuaian
TIDAK ADA ARRANSEMEN YANG SALAH. Namun yang perlu diperhatikan, adalah ketepatan/kesesuaian penggunaan dalam pagelaran. Di sini sudah dituntut untuk menggunakan rasa sebagai penyeimbang teori.


Disampaikan oleh: Hendri C. Wibowo