Sabtu, 24 Januari 2015

Memahami Karakter Instrument untuk Aransemen Pit Percussion



Di dalam Marching Band, Pit Percussion berperan lebih dari sekedar pemanis dan pelengkap pagelaran. Namun Pit Percussion juga berperan untuk mendukung kesuksesan pagelaran Marching Band tersebut. Bersama-sama Battery Percussion membentuk ritmis dengan menonjolkan sisi melodisnya, bersama-sama Brass menyokong pattern-pattern yang mungkin tidak bisa dimainkan oleh Brass, bersama-sama Color Guard saling memperjelas maksud pagelaran secara visual dan audio.
Pada umumnya di dalam Pit Percussion menggunakan instrument melodis (keyboard percussion) yang terdiri dari Marimba, Xylophone, Vibraphone, dan Bells atau bisa juga Glockenspiel.

source: www.campbellsville.edu
Menurut pengalaman pribadi penulis yang hingga sekarang masih aktif menjadi praktisi Marching Band khususnya sebagai Instruktur Pit Percussion, karakter masing-masing alat sangat berpengaruh dalam membuat aransemen yang pas. Kenapa saya bilang aransemen yang pas?
INGAT!!!
Tidak ada aransemen yang salah, bagus tidaknya aransemen bersifat relatif. Sama seperti halnya penilaian terhadap wanita yang Anda lihat sekarang cantik atau tidak.
OK, kembali lagi ke karakter Pit Percussion dan ini saya tegaskan lagi, berdasarkan pengalaman pribadi.


  • Marimba

Termasuk ke dalam golongan instrument kayu. Ketika dipukul maka karakter khas kayu dengan hasil suara yang pendek akan segera terlihat. Di dalam penulisan score, susunan score Marimba sama persis dengan susunan score Keyboard, yaitu terdiri dari 2 Clef (DaunKunci) yaitu Clef G untuk nada treble & Clef F untuk nada bass.
source: www.korogi.com
 Nada bass atau nada rendah pasti memiliki panjang suara yang lebih panjang daripada nada treble. Sehingga saran saya dalam menulis aransemen Marimba Low (Clef F) hindari menulis not rapat dan jarak nada yang berdekatan. Namun sebaliknya lakukan peulisan not dengan kerapatan sedang bahkan rendah, serta jarak nada yang berjarak 5 (jika memainkan blocking chord 2 mallet, gunakan nada 1 dan 5,atau power chord). Kalau saya mengatakan, karakter Marimba Low adalah karakter “Mengayomi”.
Pada Marimba High (termasuk range tengah), biasanya digunakan untuk unjuk gigi pemain marimba, yaitu bermain not rapat, kecepatan tinggi, dan seolah-olah terlihatrumit. Jadi boleh saja menuliskan not rapat, karena menurut saya karakter Marimba High adalah lebih menunjukkan “Inilah Saya”.



  • Xylophone

Termasuk ke dalam golongan instrument kayu, yang sebenarnya adalah merupakan oktaf lanjutan dari Marimba. Tentu saja suara yang dihasilkan adalah suara yang pendek, lebih pendek dari Marimba treble/high.
source: www.madayomallet.com/xylophone.html
 Dengan karakter tersebut, maka kurang tepat jika permainan Xylophone selalu unisono dengan marimba, meskipun pada kasus tertentu sah-sah saja. Namun saran saya, jika menulis score untuk Xylophone, tonjolkan kerapatan yang lebih. Misal pada marimba treble memain kan not 1/8, maka Xylophone bermain not 1/16. Karakter Xylophone adalah “Lincah”, suka berlari ke sana kemari. Coba saja Anda cermati Film Kartun Tom & Jerry, Masha & The Bear, Droopy, dll... saat adegan lincah, pasti biasanya menggunakan backsound Xylophone. Jika saja menggunakan Marimba bass, pasti terdengar aneh.


  • Vibraphone

Vibraphone termasuk ke dalam instrument logam namun memiliki susunan bilah yang sama dengan tuts keyboard. Memiliki panjang suara yang cukup panjang, sehingga ketika bermain diperlukan pedal untuk mematikan suara pada saat-saat tertentu, karena jika bermain dengan posisi pedal buka pada seluruh permainan, maka suara akan terdengar blur/ga jelas.
source: www.musicwitiease.com
Karena panjang suaranya yang cukup lama, maka dalam penulisan sebaiknya tidak terlalu sering unisono dengan marimba, namun sebaiknya malah sebagai backup melodi utama dari permainan.
Sesuaikan penulisan score pada vibraphone dengan karakter vibraphone yang “Lembut”.

  • Bells/Glockenspiel

Termasuk instrument logam, namun dia jauh lebih melengking daripada vibraphone. Suara yang dihasilkan kalau menurut saya adalah kesan “bright”, seperti backsound dalam film ketika muncul satu bintang di langit, “cling”.
source: www.rockboar.com
Memainkan bells sebaiknya lebih lembut daripada memainkan vibraphone, oleh karena itu penulisan score bells sebaiknya mendukung vibraphone dan menjadi pewarna suasana cerah. Karena karakternya yang memang “cemerlang”.

Selamat Bereksperimen Dalam Scoring Pit Percussion!!!

2 komentar:

  1. Mantap tenan pelatihku yg satu ini... :D

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus