Kamis, 29 Oktober 2015

Music Ensemble marching band sudah mulai berkembang

Marching Band yang identik dengan Drum Band di Indonesia pada awalnya, sekarang tidak lagi. Music Ensemble marching band sudah mulai berkembang, hal ini terbukti dengan banyaknya kejuaraan-kejuaraan Marching Band di Indonesia yang sudah mengarah ke unsur musikalitas, bukan sekedar main keras.
Seni khususnya seni musik akan terus berkembang pesat. Salah satu contoh tim Marching Band yang saya rasa terbilang cukup sukses untuk mengembangkan mindset-nya adalah Marching Band dari kampus negeri di Jawa Tengah.
Pagelaran yang ditampilkan cukup jauh dari konsep bermain Marching Band, karena memang konsep pagelarannya adalah Brass Band dengan format orchestra. Di mana perkusi (keyboard percussion) tidak ditempatkan di depan layaknya pagelaran Marchign Show, melainkan di belakang.
Selamat menikmati


 

Jangan sampai ketinggalam dalam bermusik marching band, karena Music Ensemble marching band sudah mulai berkembang

Kamis, 22 Oktober 2015

sebaiknya belajar not balok atau not angka (?)

Pertanyaan ini sering kali muncul saat seseorang menghadapi pelajaran kesenian. Sebaiknya belajar not balok atau not angka (?) Pertanyaan itu sering muncul dalam benak seseorang karena seolah-olah sudah ditanamkan sejak kecil bahwa not angka lebih mudah daripada not balok. Not balok lebih susah daripada not angka. Jadi, sebaiknya belajar not balok atau not angka (?)

Menurut pengalaman pribadi penulis, baik not angka maupun not balok sama-sama mudah. Baik not angka maupun not balok sama-sama susah. Lho, kok bisa?
Ya!!! Mudah jika kita mau belajar dan mempelajari. Susah jika kita malas, enggan, tidak mamu belajar dan mempelajarinya.
Jika Anda termasuk pelaku di seni suara, seperti anggota paduan suara, penyanyi solo, vokalis band, dan lain-lain asalkan berhubungan dnegan seni suara, maka not angka akan menjadi teman akrab dalam keseharian baik suka maupun duka, he..he..
Kenapa? Karena jika nada dasar sudah ditentukan, maka solmisasi bisa dinyanyikan, solmisasi tertulis dalam bentuk not angka.


Namun berbeda halnya dengan pemain musik, maka not balok akan menjadi keseharian yang selalu setia menemani latihan dan saat show. Hal ini dikarenakan, dengan membaca not balok yang berupa gambar mirip kecambah menempel di pagar, posisinya bisa langsung diketahui pada instrument yang dimainkan.




Jadi, sebaiknya belajar not balok atau not angka (?)

Jumat, 16 Oktober 2015

melatih otak dengan pit instrument

Melatih otak dengan pit instrument adalah dengan mengoptimalkan fungsi dari kedua tangan. Jika diamati lebih lanjut, maka hampir kebanyakan para pemain perkusi yang baru belajar, mereka hanya mengoptimalkan pukulan dengan tangan kanan dan amat jarang melatih pukulan dengan tangakn kiri. Padahal sebenarnya tangan kirilah yang perlu latihan ekstra.
Mungkin lebih pada kebiasaan, sejak kecil kita dibiasakan untuk selalu aktif dengan tangan kanan. Jarang aktifitas kita saat kecil yang diarahkan untuk menyeimbangkan fungsi kedua tangan. Akibatnya pada saat sekarang, ketika dalam permainan perkusi dituntut untuk aktif di kedua tangan, merasa kesusahan yang terlihat dari kualitas pukulan yang berbeda. Sound production dari tangan kanan lebih baik daripada sound production tangan kiri.
Cara melatih otak dengan pit instrument bisa dilakukan dengan pemanasan berikut yang sudah diunggah ke Youtube. Pemanasan untuk pit instrument ini menggunakan 2 mallet, memainkan pattern yang berbeda antara tangan kanan dan kiri. Pada bagian pertama tangan kiri memainkan 4 pukulan, tangan kanan memainkan 6 pukulan. Pada bagian kedua tangan kiri memainkan 6 pukulan, tangan kanan memainkan 4 pukulan. Oleh karena itu pemanasan ini dinamakan "FourSix". Selamat menikmati.




Selamat melatih otak dengan pit instrument

Kamis, 15 Oktober 2015

musik tradisional nusantara indonesia perkusi

Perkusi merupakan instrument dasar yang digunakan oleh musik etnik di Indonesia, jadi kali ini saya ambil judul musik tradisional nusantara indonesia perkusi. Mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, setiap musik etnik pasti ada unsur instrument perkusi.
Instrument perkusi adalah instrumen yang dimainkan dengan cara dipukul, pengertian mudahnya seperti itu, jika teman-teman mungkin belum tahu. Perkusi yang digunakan bermacam-macam, mulai dari yang bernada hingga yang tak bernada. Mulai dari berfungsi sebagai ritmis, hingga yang berfungsi sebagai melodis. 
 
Saya ambil contoh Gamelan. Perangkat instrumen ini dimiliki oleh beberapa etnis di antaranya Jawa, Sunda, Bali. Walaupun memiliki karakter yang berbeda masing-masing etnik, namun secara umum perkusi yang digunakan adalah kendang dengan berbagai ukuran untuk menghasilkan berbagai macam nada (termasuk jika beda cara memukulnya), kemudian ada juga instrument melodis yang terbuat dari logam kemudian dilakukan proses tuning (penyetelan nada). Salah satu yang membedakan antar etnik tersebut adalah jarak nada yang digunakan (skala/scale)
.
Berbeda jawa sunda bali, berbeda pula di Sumatera. Talempong contohnya. Kemudian di bagian timur Indonesia, instrument yang bernama Tifa & Fu. Dan masih banyak yang lainnya.

Indonesia begitu banyak budaya, salah satunya budaya perkusi juga begitu banyak macamnya. Bahkn pada perhelatan tahunan WGI 2015 di USA, salah satu band membawakan pagelaran dengan mengusung unsur tari Kecak dari Bali. Tari kecak ini unik karena menyanyikan ritmis dengan mulut, dengan berbagai macam pola.

 Berikut video dari tim RCC pada saat WGI 2015. silakan cek di menit ke 04:09



Jadi tidak salah jika saya menulis musik tradisional nusantara indonesia perkusi

Selasa, 13 Oktober 2015

belajar perkusi belajar power

Judul di atas mungkin merupakan rangkuman diskusi saya dengan teman-teman pelatih Marching Band yang kebetulan bertemu. Belajar perkusi belajar power, adalah kalimat yang pas menurut saya.
Seringkali sebagai pelatih perkusi (khususnya pit instrument), kita kesulitan membangun permainan dengan dinamika yang sesuai keinginan. Salah satu sebabnya adalah mungkin karena si anggota, atau si murid belum kita ajari untuk berani memukul alat. Ketika sudah diahadapkan dengan dinamika permainan yang mengharuskan bermain dengan volume besar, si pemain terkesan kurang mampu.
Solusi yang mungkin bisa diterapkan adalah mengajarkan pemain untuk berani memukul ketika masih di masa-masa awal belajar pit instrument.

Berdasarkan pengalaman penulis saat mengajar, cara tersebut lebih efektif untuk membentuk karakter si pemain dan untuk mengeluarkan karakter instrument saat bermain. Keuntungan yang kedua adalah, pemain tidak perlu lagi susah untuk bermain dengan volume kecil, karena sudah terbiasa dengan pukulan dengan power tinggi. Kebanyakan beranggapan bahwa kalau dipukul dengan power besar akan merusak instrument. Para pembaca yang budiman, jika berpikir seperti itu, mending instrumennya dibungkus aja deh, biar awet, he..he..he..


Jadi, untuk teman-teman yang mungkin baru awal-awal belajar pit instrument, pastikan berani untuk memukul. Tanamkan belajar perkusi belajar power

Senin, 12 Oktober 2015

mudahnya bermain 4 mallet

Banyak orang beranggapan bermain 4 mallet itu susah, padahal jika tahu caranya, pasti akan merasakan mudahnya bermain 4 mallet.
Mudahnya bermain 4 mallet adalah karena lebih banyak jangkauan nada yang nantinya dimainkan. Selain terlihat lebih keren jka bermain 4 mallet, sebenarnya banyak kemudahan-kemudahan yang dihasilkan ketika bermain 4 mallet.
Contoh dalam video berikut, dengan 4 mallet, maka bisa bereksperimen dengan chord. Dengan 4 mallet, maka kita bisa memainkan 4 nada secara bersamaan. Lain halnya dengan bermain 2 mallet, maka hanya 2 nada yang bisa dimainkan secara bersamaan. Berikut contohnya:



Selamat menikmati mudahnya bermain 4 mallet

Minggu, 11 Oktober 2015

pemanasan bermain pit instrument

Bagi teman-teman yang bergabung di Marching Band, khususnya Pit Instrument, biasanya sering timbul pertanyaan, yaitu tentang apa saja yang dimainkan saat pemanasan bermain pit instrument. banyak yang beranggapan bahwa pemanasan bermain pit instrument, semakin rumit dibilang semakin hebat. Menurut saya hal itu kurang tepat. Esensi dari pemanasan adalah melemaskan otot-otot tangan sebelum bermain serta persiapan mental terhadap adaptasi alat agar tidak terjadi hal0hal yang diinginkan selama show atau selama latihan. Misalkan cedera otot, kram, tiba-tiba kaget dengan kondisi alat, dan lain sebagainya. Jadi, pemanasan bermain pit instrument, apa saja?
Hal ini yang biasanya dilakukan oleh penulis, baik saat mengajar maupun untuk persiapan show bersama tim ensemblenya.
Jika pemanasan dilakukan sendiri, bermainlah dengan tempo yang paling nyaman dan lakukan dengan stabil. Tempo konstan. Jika pemanasan dilakukan bersama-sama, lakukan juga dengan tempo konstan yang bisa dirasa nyaman untuk semua. Lakukan pemanasan hingga otot tangan terasa sedikit hangat. Namanya juga pemanasan, jadi harus terasa perubahan suhu di otot lengan.
Lakukan pemanasan double stops, atau memukul dengan kedua tangan. Hal ini berguna untuk ngecek power pukulan (selalu lakukan dengan full stroke), ngecek ketinggian mallet/stick yang dimainkan (pastikan tinggi pukulan selalu sama), kemudian untuk ngecek bobot pukulan (terdengar dari sound production volume yang dihasilkan).
Kemudian dengan power, tinggi, dan bobot pukulan yang sama, lakukan pemanasan single stroke. Banyak macamnya, asalkan tangan bergantian gerakan pukulnya.
Lakukan pemanasan di atas dengan tempo bervariasi. Biasanya mulai dari tempo paling nyaman, kemudian bertahap naik. JANGAN asal menaikkan tempo. Selalu naikkan tempo jika sudah nyaman dengan tempo sebelumnya.
Jika pemanasan dilakukan bersama-sama, ditambah fokus untuk ngecek unisono (satu suara).
Semoga video berikut bisa menjadi referensi untuk teman-teman pembaca artikel saya.

(Read this article in English version)
Pemanasan di atas untuk 2 mallets.
Nah... selamat melakukan pemanasan bermain pit instrument

cara mengajar musik yang menyenangkan dan tidak membosankan

Berprofesi sebagai pengajar memang dituntut untuk bisa cara mengajar musik yang menyenangkan dan tidak membosankan. Hal ini penting sebab, tugas utama pengajar adalah membuat murid dari tidak bisa menjadi bisa. Dari hanya sekedar bisa menjadi expert.
Apalagi menjadi pengajar marching band, di mana pengajar harus berhadapan dengan sekian banyak anggota (baca:murid) dengan skill yang berbeda-beda, namun harus tetap terlihat sama-sama expert saat show.
Kendala utama saat mengajar marching band biasanya adalah skill yang berbeda-beda saat di lapangan. Anggota yang satu masih perlu diasah lagi kemampuannya, namun anggota yang lain sudah bisa menguasai lagu. Pengajar yang tidak sabaran biasanya akan mengeluarakan anggota tersebut dari tim, karena dianggap akan menjadi penghambat tim. Namun ada juga pengajar yang tetap dengan tekun mengajari si anggota yang tertinggal tadi hingga skillnya bisa terlihat setara saat di lapangan.

Bagaimana cara mengajar musik yang menyenangkan dan tidak membosankan agar semua pemain segera bisa terlihat sama skillnya?
Berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi pengajar di marching band, bentuk anggota menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Pastikan di dalam kelompok tersebut segala level skill ada. Dengan begitu kontrol terhadap tim akan jauh lebih mudah dan memiliki beberapa keunggulan, yaitu menumbuhkan dan memupuk rasa solidaritas terhadap tim dengan jauuh lebih mudah dan kuat. Si anggota yang skillnya tertinggal jauh biasanya akan merasa lebih nyaman jika belajar dengan sesama teman seperjuangannya yang lebih bisa (karena ada juga kadang-kadang faktor anggota takut dengan pengajarnya).

Dalam kelompok kecil, pengajar sebaiknya berkeliling untuk cek progress kelompok-kelompok kecil tadi. Untu kelompok yang progressnya lambat, beri perhatian khusus. Kemudian kelompok-kelompok kecil tadi silakan digabung untuk General Checking.
Cara selanjutnya adalah, buat suasana latihan yang menyenangkan, namun tetap fokus. Beri reward bagi siapapun yang punya prestasi, beri punishment untuk yang melanggar (namun punishment ini bersifat menyenangkan, misal latihan berikutnya suruh bawa makanan paling murah untuk dibagi ke seluruh anggota tim, dll).

(Read this article in English version)

semoga beberapa tips di atas bisa berguna melalui cara mengajar musik yang menyenangkan dan tidak membosankan

peluang bisnis musik masih terbuka

Kebanyakan orang masih sebagai penikmat musik. Padahal peluang bisnis musik masih terbuka lebar. Selebar angan dan cita-cita, musik adalah salah satu sasaran yang bisa dibisniskan dengan penghasilan yang lumayan WOW!!!

Membahas bisnis yang paling gampang adalah melakukan penjualan produk dan kita mendapatkan hasil dari penjualan tersebut. Jika kita memperoleh Rp 10.000,00 dari penjualan 1 produk, maka untuk mendapatkan Rp 1 juta, kita perlu menjual 100 produk. Faktor kali. Jika dihubungkan dengan musik, maka beberapa hal berikut ini akan menjadi peluang bisnis di bidang musik.
Menjual buku-buku musik bisa jadi adalah peluang yang paling mudah dilakukan. Namun perlu modal untuk bisa mendapatkan buku yang berkualitas.
Menulis lagu untuk dinyanyikan grup band atau penyanyi. Asalkan kita punya link untuk menembus dunia manajemen keartisan, insya Alloh peluang bisnis musik masih terbuka dan selalu terbuka untuk penulisan lagu.
Menjadi konsultan pagelaran musik adalah salah satu profesi yang bisa mendatangkan banyak uang. Dengan jam kerja yang tidak begitu lama, mengamati konsep pagelaran, kemudian memberikan masukan, adalah kerja dari konsultan. Syaratnya, harus memiliki kemampuan yang kompeten dan jeli terhadap permasalahan.
Manajemen instruktur musik juga bisa menjadi pilihan untuk profesi yang OK untuk mendatangkan uang. Seperti profesi yang dilakukan oleh penulis sekarang ini.

(Read this article in English version)

Selama kita bisa berkarya, maka peluang bisnis musik masih terbuka

Jumat, 09 Oktober 2015

membangun mood nulis lagu

Teman-teman yang berprofesi sebagai penulis lagu, music arranger, panulis lirik lagu, mungkin pernah mengalami di mana saat-saat ide benar-benar buntu, seakan-akan tidak mood sama sekali untuk kerja, namun klien sudah ga sabar. Nah, mungkin beberapa tips berikut bisa membantu untuk membangun mood nulis lagu. Bagimana caranya? Berikut tips-tipsnya

Selalu niatkan untuk bekerja sepenuh hati. Awali dengan berdoa, supaya Tuhan memudahkan segala urusan kita. Tanpa DIA, karya kita tidak ada apa-apanya. Jika Anda Muslim, awali setiap niatan Anda dengan membaca basmalah "Bismillahirrohmanirrohiim". Insya Alloh itu sudah cukup.

Dengarkan lagu-lagu yang Anda kurang suka. Baik itu genrenya, liriknya, struktur lagunya, pokoknya semakin "nggilani", insya Alloh semakin bagus untuk membangun mood. Jika Anda TIDAK SUKA Dangdut, dengarkan dangdut. Jika Anda tidak suka Kangen Band, dengarkan lagu-lagu Kangen Band, Jika Anda tidak suka Slipknot, dengarkan lagu-lagu mereka.Jika Anda benci Campursari, putar lagu Campursari entah karya Pak Manthous atau siapa. Bangun mood Anda dari lagu-lagu yang Anda tidak suka. Bukan hanya mendengar, tetapi fokus pada satu instrument, insya Alloh ada bagian-bagian yang nantinya akan menjadi inspirasi pattern dalam menulis lagu. Dalam buku "SHOW YOUR WORKS" Austin Kleon, ditulis bahwa pentolan Radiohead, Thom Yorke, setiap merasa penulisan lagunya terlalu biasa, diambilnya satu instrumen yang tidak dia kuasai dan menulis lagu dengan alat itu.
Siapkan "motivator" di dekat Anda.Taruh di tempat yang Anda mudah melihat/melirik. Misal, foto orang tua yang ditempel di gambar Ka'bah, miniatur mobil idaman Anda, Foto calon istri (khusus untuk Anda yang masih bujang), Duit segepok, atau apapun itu yang menjadi motivasi Anda dalam menulis lagu.
Matikan HP. Saat bekerja, gangguan yang paling berat adalah HP. Bisa jadi saat Anda lagi serius nemu ide, pas mau nulis eh.... berdering tu HP.... setelah diangkat dan ngobrol trus ditutup, pas mau lanjut garap lagu... eh... idenya udah melayang.
Sediakan waktu khusus untuk bekerja menulis lagu. Hal ini penting. Karena untuk men-deadline diri kita, juga untuk belajar disiplin, serta untuk keperluan HP dimatiin tadi.

(Read this article in English version)

Nah... semoga tips-tips di atas bisa membantu teman-teman untuk membangun mood menulis lagu

Kamis, 08 Oktober 2015

pit instrument marching percussion contest

Memainkan instrument perkusi adalah hal yang mengasyikkan bagi saya. Berikut adalah video pit instrument marching percussion contest yang dimainkan oleh Pit Instrument Marching Band Sebelas Maret Surakarta pada saat Parking Lot BMBC 2014 di Kompleks Gymnasium UPI - Bandung.
Kebetulan Music Arranger sekaligus Music Directornya adalah penulis sendiri, he..he..he..
Video ini berdurasi tidak sampai semenit, karena hanya direkam saat memainkan sebagian dari "OPENER"

(Read this article in English version)
selamat menikmati pit instrument marching percussion contest

belajar main alat musik perkusi

Belajar main alat musik perkusi adalah hal yang mudah dan setiap orang bisa. Pada dasarnya setiap orang bisa memukul. Jadi modal pertama dan yang utama dalah belajar main alat perkusi, sudah aman.
Instrument perkusi adalah instrument yang dimainkan dengan cara dipukul. Baik itu bernada (melodis) maupun ritmis. Sebagai pemain perkusi, sudah selayaknya dan seharusnyalah untuk bisa menguasai instrument perkusi.
Untuk pemula, bagaimana cara belajar instrument perkusi?
  1. Sediakan waktu luang atau luangkan waktu setiap hari untuk bisa belajar main alat perkusi. Instrumen perkusi terdiri dari 2 macam, perkusi melodis dan perkusi ritmis. Tentukan jenis mana yang akan Anda pelajari saat ini.
  2. Gripping adalah hal yang pokok dalam belajar main alat perkusi, walaupun ada instrument perkusi yang dimainkan tanpa menggunakan stick atau mallet. Lakukan teknik memegang stick/mallet dengan benar. Lakukan setiap saat untuk membiasakan diri Anda sendiri cara memegang stick/mallet dengan benar.
  3. Latih pukulan Anda dengan rutin dan secara konstan. Rekam hasil latihan Anda untuk bahan evaluasi.

(Read this article in English version)

Selamat berlatih sebagai pemula, selamat belajar main alat musik perkusi

mallet marimba lokal

Pemain Pit Instrument wajib mengenal mallet. Kali ini artikel kami membahas tentang mallet marimba lokal. Mengapa? Setidaknya ini bisa menjadi alternatif untuk memiliki mallet dengan harga yang terjangkau namun tidak dengan kualitas yang murahan.
Beberapa waktu lalu sempat diunggah di Youtube, sebuah video yang memperlihatkan & memperdengarkan perbandingan sound production antara 3 tipe mallet. Mallet yang digunakan adalah mallet buatan produsen lokal dari Yogyakarta, MADAYO. Dimainkan oleh salah satu pelatih Pit Instrument dari Jawa Tengah, menggunakan 3 tipe mallet MADAYO, yaitu soft, medium, dan hard.
Berikut videonya
Pada video di atas amat sangat jelas sekali perbedaan karakter dari ketiga mallet yang digunakan dan yang pasti cocok digunakan untuk keperluan Marching Band yang bermain di Outdoor.
So... di masa harga mallet impor terkena imbas naik turun dollar yang ga karuan, namun latihan harus terus berjalan, mallet lokal jadi alternatif.


(Read this article in English version)
Jadi.... jangan ragu untuk menggunakan mallet marimba lokal

bagaimana bermain timpani

Teman-teman, berikut tulisan saya tentang bagaimana bermain timpani. Maksudnya apa ini? Nah masih ingat dengan artikel-artikel saya sebelumnya yang membahas tentang bermain timpani? Ini artikel lanjutannya. Kalau di artikel saya sebelumnya ditulis tentang 2 syarat yang harus dikuasai untuk bisa bermain timpani, yaitu menguasai instrument ritmis & menguasai instrument melodis, maka di artikel ini adalah syarat ketiga. Apa itu? Adalah memiliki kemampuan pendengaran yang baik.

Memiliki kemampuan pendengaran yang baik apakah bisa dibilang memiliki telinga? Sudah jelas. Namun yang perlu ditekankan di sini adalah kemampuan telinga dalam akurasi tuning nada. Timpani adalah instrument dengan membran yang bisa diatur nadanya. Nada pada timpani adalah nada-nada bawah (bass), jadi perlu kemampuan tuning yang baik (baca: mendengar) untuk bisa memainkan nada yang tepat.

Khusus untuk timpani extended, maka tinggi rendah nada diatur dengan pedal. Kaki yang atur pedal, kemudian fungsi telinga di sini adalah untuk memastikan nada yang tepat yang akan dimainkan (baca: dipukul).

Bagaimana cara melatih kemampuan mendengar? MUDAH.
  1. Dengarkan suara-suara di sekitar Anda (jika susah konsentrasi, bisa dilakukan dengan mata tertutup. Jadi hanya fokus pada telinga/pendengaran).
  2. Fokus pada satu jenis suara. Untuk awal, silakan fokuskan pada suara yang memiliki variasi nada lebih dari 2. Misal suara kicau burung, kucing mengeong, orang berteriak, dll
  3. Tirukan suara yang Anda dengar, persis beserta frekwensi nada yang Anda dengar dan termasuk panjang pendeknya suara yang Anda dengar tiap nada.
  4. Jika sudah mulai mahir, tirukan suara ritmis juga, seperti klakson kendaraan bermotor (mulai dari sepeda motor, mobil, & kendaraan besar), suara mangkok nada panggil yang dimainkan oleh tukang bakso, dan banyak lagi.
Latihan di atas berguna untuk melatih solfage yang pasti berkaitan dengan akurasi nada yang didengar, serta pattern/pola yang dimainkan (panjang pendeknya nada). Berikut aplikasi untuk belajar solfage (solfes).


(Read this article in English version)

Nah, tentunya sekarang teman-teman semakin paham bagaimana bermain timpani

Rabu, 07 Oktober 2015

bermain alat musik timpani

Masih mengulas tentang bermain alat musik timpani pada artikel kali ini. Masih juga merupakan sambungan dari 2 artikel sebelumnya yaitu Cara bermain timpani & bagaimana cara memainkan alat musik timpani. Jika pada artikel sebelumnya dijelaskan kenapa harus menguasai instrument ritmis, maka di sini akan dijelaskan mengapa untuk menjadi pemain timpani harus menguasai instrument melodis.
Teman-teman, Instrument timpani merupakan instrument yang unik. Kenapa, Instrument Timpani memang menyerupai instrument drum pada umumnya karena memiliki membran. Namun bedanya dengan instrument lainnya, Timpani memiliki nada yang harus disesuaikan dengan kebutuhan bass pada suatu pagelaran musik. Jika pada bass drum berfungsi sebagai penegas, maka pada timpani lebih berfungsi sebagai penegas untuk menghasilkan suasana megah. Nah... nada itulah yang berperan membangun kemegahan suatu pagelaran.
Bagimana caranya menguasai instrument melodis? Intinya adalah belajar nada pada piano atau keyboard. Atau jika Teman-Teman adalah pecinta marching band, maka amat sangat disarankan untuk belajar bermain keyboard percussion atau lazimnya disebutnya pit instrument.
Ada banyak cara untuk belajar pit instrument atau pit percussion, semoga video berikut bisa membantu



(Read this article in English version)

Nah.... semakin lancar teman - teman menguasai instrument melodis, maka semakin mudah teman-teman belajar untuk bermain alat musik timpani

Minggu, 04 Oktober 2015

bagaimana cara memainkan alat musik timpani

Masih lanjutan posting kemarin, artikel kali ini akan membahas bagaimana cara memainkan alat musik timpani. Timpani atau sering disebut dengan istilah ketel drum, karena bentuknya seperti ketel dan ada membrannya sehingga disebut drum.
Menguasai instrument ritmis adalah salah satu dari 3 (tiga) hal yang menurut penulis wajib dikuasai. Logikanya, bagaimana mungkin seorang pemain musik tidak mengerti pola ritmis. Jika tidak mengerti pola ritmis, maka dia tidak akan mengerti tempo, terus bagaimana si pemain tersebut bisa mengerti panjang pendek nada yang harus dimainkan?
Cukup simpel bukan?
Caranya seperti apa? Mudah saja... dengarkan pattern yang dimainkan oleh drum set pada saat mendengarkan lagu. Lagu apapun (tentunya yang ada suara drum setnya...). Bisa juga mendengarkan pattern suara gendang (dalam bahasa Jawa: Kendang) jika sedang mendengarkan gamelan. Atau alat ritmis apapun itu, yang menjadi patokan utama dalam sebuah pagelaran.
Kemudian, tirukan pola ritmis yang sudah didengar tadi dengan cara memainkan tanganmu. Boleh di paha, boleh di meja, boleh pake tangan kosong (kayak beladiri aja...) boleh pake stick, boleh pake pensil, pulpen dll yang bisa dimainkan ritmisnya.
Cara di atas untuk yang benar-benar pemula.
Kalo sudah bisa main perkusi, ya itu jauh lebih mudah harusnya... tingkatkan kemampuan untuk bisa memainkan berbagi macam instrument ritmis. Misal, conga, djembe, kendang, bongo, dll

(Read this article in English version)

Nah... semoga artikel awal ini (yang hanya berdasarkan pengalaman), bisa tidak lagi membuat bingung kamu untuk bagaimana cara memainkan alat musik timpani



Sabtu, 03 Oktober 2015

cara bermain timpani

Di dalam dunia ke-perkusi-an, utamanya marching band/drum corps, menjadi pemain timpani mungkin adalah sebuah impian namun ternyata hanya segelintir pemain yang tahu cara bermain timpani dengan baik.
Penulis sengaja membahas dengan ringkas di dalam artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi lho, bukan bermaksud menggurui. Cara bermain timpani belum tentu bisa dilakukan oleh semua pemain perkusi karena kendala utama yang pasti dihadapi adalah ketidaktersedianya instrument tersebut karena harganya mahal. 1 ketel drum timpani paling murah sekitar 35 juta rupiah, untuk yang paling kecil. Nah makin besar diameternya makin mahal pula donks...apalagi kalo pake 5 ketel drum (mending beli rumah aja, he..he..he..)
Kesampingkan aja dulu deh tentang mahalnya harga timpani... Kalo yang namanya menjadi pemain profesional, ditambah dengan berdoa dengan benar, insya Alloh dimudahkan punya timpani plus gratis pula... Amin.....

Cara bermain timpani menurut saya hanya ada 3 (tiga) hal dasar yang harus dikuasai:
  1. Menguasai instrument ritmis
  2. Menguasai instrument melodis
  3. Memiliki kemampuan pendengaran yang baik
(Read this article in English version)

Nah.... bagaimana itu? nanti bakal dibahas lagi di artikel selanjutnya yang masih berhubungan dengan cara bermain timpani

Merawat Instrumen Perkusi Melodis (bagian 3)

-Perawatan Instrument Perkusi Melodis Material Logam-

Merawat instrumen perkusi melodis berbahan dasar logam seperti Vibraphone, glockenspiel, marching bells, dan bellyra tidak bisa sembarangan dilakukan. Penggunaan cairan pembersih logam adalah merupakan hal yang paling buruk untuk dilakukan. Mengapa?
Karena cairan tersebut akan mengikis bilah-bilah perkusi melodis. Kalo hanya dibersihkan sekali dua kali mungkin pengikisan tidak terlalu parah. Tetapi jika dilakukan secara berkala, maka dipastikan bilah akan semakin tipis jika dibandingkan dengan sebelum dibersihkan. Jika semakin tipis, maka bilah akan fals karena tuning nada berubah.

Nah, bagaimanakah cara merawat instrumen perkusi melodis untuk instrumen berbahan dasar logam?
  1. Selalu jaga bilah dalam kondisi kering saat cuaca dingin.
  2. Selalu lindungi bilah dari sinar matahari langsung atau di bawah terik matahari.
  3. Gunakan kain lembut untuk mengelap bilah.
  4. Hindari memegang bilah langsung dengan tangan biasa (agar lembabnya tangan tidak membuat bilah jadi lebih cepet untuk segera berkarat).
Perawatan bilah yang asal-asalan akan menyebabkan kerusakan pada bilah itu sendiri, misal patah. Walaupun faktor cuaca juga berpengaruh seperti yang pernah saya alami, ketika mendampingi tim Marching Band untuk kejuaraan di Kuala Lumpur. Saking panasnya cuaca di Kuala Lumpur saat itu, lebih tepatnya di kota Johor Bahru, bilah vibraphone patah. Contoh patah bilah macam-macam:
So, rawatlah instrument Anda sebaik mungkin, itulah cara Merawat Instrumen Perkusi Melodis.