Minggu, 04 Oktober 2015

bagaimana cara memainkan alat musik timpani

Masih lanjutan posting kemarin, artikel kali ini akan membahas bagaimana cara memainkan alat musik timpani. Timpani atau sering disebut dengan istilah ketel drum, karena bentuknya seperti ketel dan ada membrannya sehingga disebut drum.
Menguasai instrument ritmis adalah salah satu dari 3 (tiga) hal yang menurut penulis wajib dikuasai. Logikanya, bagaimana mungkin seorang pemain musik tidak mengerti pola ritmis. Jika tidak mengerti pola ritmis, maka dia tidak akan mengerti tempo, terus bagaimana si pemain tersebut bisa mengerti panjang pendek nada yang harus dimainkan?
Cukup simpel bukan?
Caranya seperti apa? Mudah saja... dengarkan pattern yang dimainkan oleh drum set pada saat mendengarkan lagu. Lagu apapun (tentunya yang ada suara drum setnya...). Bisa juga mendengarkan pattern suara gendang (dalam bahasa Jawa: Kendang) jika sedang mendengarkan gamelan. Atau alat ritmis apapun itu, yang menjadi patokan utama dalam sebuah pagelaran.
Kemudian, tirukan pola ritmis yang sudah didengar tadi dengan cara memainkan tanganmu. Boleh di paha, boleh di meja, boleh pake tangan kosong (kayak beladiri aja...) boleh pake stick, boleh pake pensil, pulpen dll yang bisa dimainkan ritmisnya.
Cara di atas untuk yang benar-benar pemula.
Kalo sudah bisa main perkusi, ya itu jauh lebih mudah harusnya... tingkatkan kemampuan untuk bisa memainkan berbagi macam instrument ritmis. Misal, conga, djembe, kendang, bongo, dll

(Read this article in English version)

Nah... semoga artikel awal ini (yang hanya berdasarkan pengalaman), bisa tidak lagi membuat bingung kamu untuk bagaimana cara memainkan alat musik timpani



Tidak ada komentar:

Posting Komentar